‎Busyro Desak Jurnalis Kendalikan AI Demi Etika Publik dan Kejernihan Informasi

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Dalam forum literasi media di Auditorium RRI Yogyakarta, Busyro Muqoddas menegaskan bahwa jurnalis memiliki mandat moral yang tidak boleh luntur oleh derasnya arus teknologi.

‎Ia menyebut profesi jurnalis sebagai garda depan penyampai kebenaran.

‎“Tugas jurnalis itu memberi edukasi, pencerahan, dan pemenuhan hak informasi kepada hampir 200 juta rakyat,” ujarnya.

‎Menurutnya, tanpa informasi yang jujur dan riset yang akuntabel, “masyarakat akan mengambang dan kehilangan pegangan.”

‎Busyro menilai tantangan yang dihadapi jurnalis saat ini semakin kompleks, terutama di tengah perubahan teknologi informasi yang begitu cepat.

‎Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kualitas informasi publik.

‎“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Semua elemen negara—legislatif, eksekutif, masyarakat sipil, perguruan tinggi, ormas keagamaan, hingga lembaga riset—harus bergandengan tangan,” kata Busyro.

‎Menurutnya, kerja bersama ini diperlukan agar ruang publik tidak dikuasai informasi yang semu.

‎Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, Busyro melihat jurnalis justru memegang peranan yang semakin penting, tetapi sekaligus semakin rentan.

‎“Peran jurnalis itu sangat signifikan di tengah distribusi AI, tetapi juga penuh pemudaran rohani, etika, dan profesi,” ujarnya.

‎Karena itu, ia menegaskan bahwa jurnalis harus membangun “intelektualitas yang dijiwai ketajaman, kepekaan, dan intuisi” agar mampu memanfaatkan AI secara cerdas dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran.

‎Busyro menutup dengan mengingatkan bahwa upaya peningkatan literasi AI tidak boleh berhenti pada forum tunggal.

‎“Acara seperti ini tidak cukup hanya hari ini,” tegasnya.

‎Ia meminta perguruan tinggi untuk turut memimpin proses adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

‎“Perguruan tinggi harus mengantisipasi perkembangan AI agar kualitas ilmu tidak terganggu,” kata Busyro.

‎Ia kembali menekankan bahwa kampus adalah “center of excellence yang memikul tanggung jawab spiritual, intelektual, dan profesional.”

(waw)

Berita Terkait

Stunting Menimpa Balita Korban Daycare Yogyakarta, Orang Tua Minta Penjelasan
Hasto Apresiasi FJD, Garda Terdepan Jaga Kondusivitas Yogyakarta Tetap Aman
Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Tutup Demi Kebersihan Mingguan
Violet Indigo Guncang ARTJOG, Hari Musik Sedunia Makin Meriah
Entrepreneurship Day UWM Cetak Wirausaha Muda Inovatif dan Tangguh
STAK Yogyakarta Bubarkan FJD, Siapkan Divisi Baru Lebih Profesional Berintegritas Bersama
Pria Pencari Pakan Ternak Tewas Terjatuh Dari Pohon Nangka Yogyakarta
Depok Perkuat Pelayanan Publik Lewat Forum Konsultasi Partisipatif Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:01 WIB

Stunting Menimpa Balita Korban Daycare Yogyakarta, Orang Tua Minta Penjelasan

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:52 WIB

Hasto Apresiasi FJD, Garda Terdepan Jaga Kondusivitas Yogyakarta Tetap Aman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:46 WIB

Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Tutup Demi Kebersihan Mingguan

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:28 WIB

Violet Indigo Guncang ARTJOG, Hari Musik Sedunia Makin Meriah

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:16 WIB

Entrepreneurship Day UWM Cetak Wirausaha Muda Inovatif dan Tangguh

Berita Terbaru