Buka Peluang Investasi Global, Pemprov Sumsel Tawarkan Potensi Sektor Unggulan untuk Pasar Bangladesh

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menawarkan berbagai potensi komoditas unggulan daerah, khususnya sektor perkebunan dan pertambangan, kepada investor Bangladesh untuk dikembangkan melalui investasi industri pengolahan dan hilirisasi.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abdul Hasan Mirdha, dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas peluang kerja sama dan investasi di Sumsel. Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (3/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa kunjungan Duta Besar Bangladesh merupakan suatu kehormatan sekaligus momentum untuk mempererat hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin sejak lama. Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia dan Bangladesh memiliki kedekatan historis, termasuk melalui program pertukaran pelajar dan relawan yang pernah berlangsung.

“Satu kehormatan bagi saya hari ini bisa bertemu langsung dengan Bapak Duta Besar. Saya didampingi para kepala OPD dan Kepala DPMPTSP untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang bisa dikembangkan antara Bangladesh dan Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru.

Ia menjelaskan, Sumsel memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beragam dan terbuka untuk dikembangkan melalui investasi, khususnya pada sektor industri pengolahan dan hilirisasi komoditas unggulan.

Menurut Herman Deru, salah satu potensi besar Sumsel terdapat pada sektor perkebunan karet dengan luas mencapai sekitar 1,4 juta hektare. Menariknya, sekitar 99 persen perkebunan karet tersebut merupakan milik masyarakat. Dengan demikian, pengembangan industri pengolahan karet tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Kalau kita bicara investasi, Sumsel memiliki keanekaragaman potensi yang luar biasa. Karet kita memiliki luas sekitar 1,4 juta hektare dan 99 persen merupakan milik rakyat. Saya menawarkan peluang ini kepada perusahaan Bangladesh yang berminat mengembangkan industri pengolahan karet, termasuk industri ban, karena kita sendiri belum memiliki pabrik ban,” jelasnya.

Selain karet, Herman Deru juga memaparkan potensi batu bara Sumsel yang diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dari cadangan nasional. Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait transportasi menuju dermaga karena lokasi sumber daya batu bara relatif jauh dari kawasan pesisir.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong pembangunan jalan khusus angkutan batu bara menuju dermaga dengan total panjang lebih dari 1.000 kilometer. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran distribusi sekaligus membuka peluang pengembangan industri hilir batu bara.

“Kita tidak ingin batu bara hanya dijual untuk kebutuhan pembangkit listrik dan diekspor dalam bentuk bahan mentah. Harapan kita ada proses hilirisasi sehingga menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah lebih besar bagi daerah,” katanya.

Herman Deru juga mendorong pengembangan industri hilir kelapa sawit agar komoditas tersebut tidak hanya berorientasi pada ekspor bahan mentah. Menurutnya, Sumsel memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang besar sehingga peluang pengembangan berbagai produk turunannya masih sangat terbuka bagi investor.

Selain karet, batu bara, dan kelapa sawit, sektor kelapa juga menjadi salah satu komoditas yang ditawarkan kepada investor Bangladesh. Saat ini, Sumsel tengah mengembangkan industri pengolahan kelapa, salah satunya melalui pembangunan pabrik pengolahan kelapa menjadi bioavtur oleh perusahaan asal Jepang.

“Khusus kelapa, saat ini baru ada satu pabrik pengolahan yang sedang dibangun untuk menghasilkan bioavtur. Namun, tentu belum mampu menyerap seluruh potensi produksi kelapa kita. Karena itu, masih terbuka peluang investasi, baik untuk pengolahan menjadi kopra maupun pengembangan produk turunan lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel siap memberikan kemudahan dan dukungan bagi investor Bangladesh yang ingin menanamkan modalnya di Sumsel. Pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi dan koordinasi lebih lanjut melalui perangkat daerah terkait, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan dan proses investasi.

“Informasi ini mudah-mudahan menjadi peluang yang menarik. Kami akan memberikan karpet merah bagi perusahaan Bangladesh yang berminat berinvestasi di Sumsel, khususnya pada sektor industri pengolahan yang memiliki potensi besar,” tegas Herman Deru.

Di akhir pertemuan, Herman Deru turut memperkenalkan kekayaan kuliner Sumsel kepada Duta Besar Bangladesh. Ia menyampaikan bahwa Palembang dan Sumsel memiliki beragam kuliner khas yang lezat, dengan makanan berbahan dasar ikan air tawar sebagai salah satu ciri khasnya.

Sementara itu, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, H.E. Mr. Md. Abdul Hasan Mirdha, menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel. Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghubungkan pemerintah daerah dengan para investor dan pelaku bisnis di Bangladesh.

Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai peluang investasi, persyaratan yang diperlukan, serta kemungkinan melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan pusat-pusat pengembangan industri di Sumsel.

“Kami ingin menghubungkan Bangladesh dengan Sumatera Selatan dan bertemu langsung dengan para investor yang memiliki peluang kerja sama. Kami mohon informasi lebih lanjut mengenai persyaratan investasi dan kemungkinan melakukan kunjungan ke lapangan agar dapat melihat langsung potensi yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengomunikasikan berbagai peluang tersebut kepada kalangan bisnis di Bangladesh sehingga potensi kerja sama investasi antara kedua pihak dapat ditindaklanjuti dan diwujudkan.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Perkuat Adaptasi Era Digital, Herman Deru Minta TVRI Sumsel Terus Perbarui Konten Kreatif dan Informatif
Inovasi Kampung Patin Bawa Sumsel Berprestasi di IGA 2026, Produksi Perikanan Alami Lonjakan Signifikan
Wujudkan Layanan Publik Cepat dan Efisien, Pemprov Sumsel Pacu Integrasi Adminduk Berbasis Digital
Tanda Pulihnya Kualitas Udara Sumsel: Edward Candra Minta ASN Pemprov Kembali Tingkatkan Kedisiplinan
Kombinasikan Wisata Budaya dan Keanekaragaman Hayati, Festival Rempah Sumsel 2026 Jadi Magnet Baru Pariwisata
Jamin Kepastian Pasar Global, Herman Deru Pacu Daya Saing Komoditas Karet Asal Sumsel
Perkuat Peran Kepemudaan, Wagub Cik Ujang Harapkan PMII Sumsel Bawa Kontribusi Positif dari Muspimnas Bandung
Ciptakan Perempuan Mandiri dan Berdaya, Lidyawati Cik Ujang Pelopori Rumah Tumbuh Bidadari

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:32 WIB

Buka Peluang Investasi Global, Pemprov Sumsel Tawarkan Potensi Sektor Unggulan untuk Pasar Bangladesh

Rabu, 4 November 2026 - 19:26 WIB

Perkuat Adaptasi Era Digital, Herman Deru Minta TVRI Sumsel Terus Perbarui Konten Kreatif dan Informatif

Rabu, 4 November 2026 - 16:45 WIB

Wujudkan Layanan Publik Cepat dan Efisien, Pemprov Sumsel Pacu Integrasi Adminduk Berbasis Digital

Selasa, 3 November 2026 - 18:35 WIB

Tanda Pulihnya Kualitas Udara Sumsel: Edward Candra Minta ASN Pemprov Kembali Tingkatkan Kedisiplinan

Senin, 2 November 2026 - 13:47 WIB

Kombinasikan Wisata Budaya dan Keanekaragaman Hayati, Festival Rempah Sumsel 2026 Jadi Magnet Baru Pariwisata

Berita Terbaru

Yogyakarta

Foto Wapres Dilecehkan! DPRD Bilang Ini Bukan Salah Kami

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:15 WIB