Buka IndoBuildTech Expo 2026, AHY Tekankan Penguatan Daya Saing Industri Konstruksi

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka pameran IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka pameran IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang

JOGJAOKE.COM, TANGERANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong industri konstruksi nasional menjadi pilar pembangunan berkelanjutan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan peningkatan kualitas infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat membuka IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (8/7/2026).

Menko AHY menilai sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja. Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan industri konstruksi juga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

“Sektor konstruksi ini terus berada di lima besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, jika sektor ini tumbuh sehat, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya roda perekonomian,” kata Menko AHY usai membuka IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (8/7).

Menko AHY mengatakan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pertumbuhan industri konstruksi akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan tiga juta rumah, jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga Sekolah Rakyat yang seluruhnya membutuhkan ekosistem konstruksi nasional yang semakin kuat dan kompetitif.

“Kita tidak hanya ingin membangun lebih banyak, tetapi kita harus membangun lebih baik, lebih berkualitas, lebih berdampak, dan membangun untuk semua. Artinya tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari pembangunan,” tegasnya.

Menko AHY juga mengapresiasi semakin besarnya peran industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Saat meninjau pameran, ia melihat semakin banyak produk karya anak bangsa yang memiliki kualitas internasional dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat.

“Ini membanggakan. Produk-produk Indonesia semakin inovatif, semakin berkualitas, dan kandungan lokalnya juga semakin tinggi. Ini menunjukkan industri nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” ujarnya.

Menko AHY mengatakan pemerintah akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang memberikan kepastian, kemudahan, dan berbagai insentif agar industri konstruksi nasional semakin berkembang.

Ia menambahkan tantangan pembangunan ke depan juga menuntut perubahan cara pandang terhadap kualitas infrastruktur. Ancaman perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam mengharuskan Indonesia membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan adaptif.

“Ke depan kita harus semakin adaptif menghadapi krisis iklim. Material konstruksi yang digunakan harus semakin kuat, semakin tangguh, dan resilient terhadap berbagai potensi bencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” papar Menko AHY.

Menko AHY menilai IndoBuildTech Expo tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, arsitek, desainer, akademisi, dan investor untuk mempercepat inovasi sektor konstruksi nasional.

Saat berkeliling area pameran, AHY mengaku terkesan dengan beragam inovasi yang ditampilkan, mulai dari material bangunan, furnitur, produk interior, hingga teknologi konstruksi buatan Indonesia.

“Ekosistem konstruksi Indonesia semakin lengkap, semakin inovatif, dan semakin unggul. Kita tidak boleh kalah dengan negara-negara yang lebih dahulu maju dalam bidang konstruksi dan infrastruktur. Justru kita harus semakin percaya diri bahwa Indonesia mampu menjadi pemain yang diperhitungkan,” tutur Menko AHY.

IndoBuildTech Expo 2026 diikuti sekitar 500 tenant, sekitar 90 persen berasal dari industri dalam negeri, sementara sisanya berasal dari berbagai negara seperti Tiongkok, Singapura, Vietnam, Kanada, dan sejumlah negara lainnya. Kehadiran peserta internasional diharapkan memperkuat transfer teknologi, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia di pasar global.

Sementara itu, Ketua IAI Provinsi Banten Shri Chandra Satryotomo mengatakan arsitek memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem konstruksi nasional yang inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara arsitek, industri material bangunan, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi fondasi penting untuk menghasilkan karya-karya yang tidak hanya modern, tetapi juga berpihak pada keberlanjutan serta mencerminkan identitas Indonesia.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan Indonesia tidak hanya menghasilkan bangunan yang berkualitas, tetapi juga menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Shri Chandra.

Pembukaan pameran industri konstruksi terbesar di Indonesia tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten Shri Chandra Satryotomo, serta jajaran penyelenggara PT Debindo. Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan. (gla)

Sumber : Adpim 

Berita Terkait

Sumatera Utara Maksimalkan Dana TKD Tambahan Demi Percepatan Pemulihan Wilayah Terdampak
Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan yang Baik Harus Mampu Menjaga Keberlanjutan Pembangunan
Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Pemda Demi Sukseskan Program BSPS
Mendagri Tekankan Peran Pemda dalam Menjaga Inflasi Melalui Penguatan Pasokan
Wamendagri Ribka Pastikan Pembangunan Jalan, Irigasi, dan Fasilitas Publik di Papua Sesuai Target
Kepala Desa Masuk Kampus, Mendagri Tekankan Peran Desa dalam Pemerataan Ekonomi Nasional
Mendagri: Kepala Desa Harus Inovatif dan Profesional untuk Majukan Ekonomi Desa
Poral TNI AL Dukung Pembangunan SDM Unggul, Wamendagri Wiyagus Beri Apresiasi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:27 WIB

Sumatera Utara Maksimalkan Dana TKD Tambahan Demi Percepatan Pemulihan Wilayah Terdampak

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:12 WIB

Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Pemda Demi Sukseskan Program BSPS

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:54 WIB

Mendagri Tekankan Peran Pemda dalam Menjaga Inflasi Melalui Penguatan Pasokan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Wamendagri Ribka Pastikan Pembangunan Jalan, Irigasi, dan Fasilitas Publik di Papua Sesuai Target

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:20 WIB

Kepala Desa Masuk Kampus, Mendagri Tekankan Peran Desa dalam Pemerataan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru