Belum Selesai Magang, Industri Jepang Sudah Minta Tambah Mahasiswa UMY

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Head of Industry Partnership and Employability DKGE UMY, Ir. Emil Adly, M.Eng., Ph.D (kemeja hitam) menerima kenang-kenangan dari perwakilan perusahan  Technosmile Co., Ltd. Jepang

Head of Industry Partnership and Employability DKGE UMY, Ir. Emil Adly, M.Eng., Ph.D (kemeja hitam) menerima kenang-kenangan dari perwakilan perusahan Technosmile Co., Ltd. Jepang

JOGJAOKE.COM, Antusiasme industri Jepang terhadap mahasiswa magang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melampaui ekspektasi. Salah satu perusahaan manufaktur bahkan telah mengajukan permintaan tambahan mahasiswa magang sebelum program magang gelombang pertama selesai dilaksanakan.

Temuan tersebut disampaikan oleh Head of Industry Partnership and Employability Direktorat Kemitraan Global dan Employability (DKGE) UMY, Ir. Emil Adly, M.Eng., Ph.D., usai melakukan kunjungan ke tiga perusahaan mitra di Jepang.

Ketiga perusahaan tersebut adalah Technosmile Co., Ltd. yang bergerak di sektor manufaktur otomotif, Taishu Jidousha Co., Ltd. di bidang otomotif dan suku cadang, serta Eicos Avance Co., Ltd. yang bergerak di industri perhotelan.

“Technosmile bahkan sudah meminta tambahan mahasiswa, padahal peserta magang gelombang pertama belum menyelesaikan programnya. Ini menunjukkan bahwa performa mahasiswa UMY mendapat apresiasi yang baik dan peluang kerja setelah magang sangat terbuka,” ujar Emil saat diwawancarai pada Sabtu (20/6/2026).

Technosmile merupakan perusahaan yang memproduksi komponen kendaraan Daihatsu melalui berbagai proses manufaktur, seperti perakitan pelat logam, pengelasan robotik, pengeboran, dan sistem otomasi industri. Dalam program magangnya, mahasiswa ditempatkan langsung di lini produksi dan mendapatkan pelatihan bahasa Jepang selama satu bulan sebelum mulai bekerja.

Selain itu, mahasiswa memperoleh berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama, layanan antar-jemput, pendampingan kerja oleh senior, hingga dukungan kesehatan selama menjalani program magang. Perusahaan ini juga membuka kesempatan magang secara rutin setiap Februari dan Oktober.

Respons positif serupa juga datang dari Taishu Jidousha. Perusahaan yang bergerak dalam penjualan mobil Eropa, penyediaan suku cadang, layanan perbaikan bodi kendaraan, serta jual beli mobil bekas tersebut menyatakan kesiapannya menerima lebih banyak mahasiswa UMY pada periode berikutnya. Bahkan, perusahaan membuka peluang rekrutmen bagi peserta magang yang menunjukkan kinerja baik.

Sementara itu, Eicos Avance yang bergerak di sektor perhotelan menempatkan mahasiswa pada posisi front office, assistant cook, dan room service. Perusahaan ini bahkan tidak menetapkan batas kuota penerimaan selama kandidat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Dalam evaluasi yang dilakukan UMY, ketiga perusahaan tersebut memperoleh nilai yang sama, yakni 86 dari skala 100. Penilaian tersebut mencakup kesesuaian bidang studi, kualitas program magang, perlindungan dan kesejahteraan mahasiswa, peluang karier pascamagang, serta prospek pengembangan kerja sama jangka panjang.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Emil adalah tingginya standar perlindungan mahasiswa yang diterapkan perusahaan mitra di Jepang. Eicos Avance, misalnya, menerapkan sistem pemantauan kesehatan mental mahasiswa secara berkala setiap bulan.

“Karena industri di Jepang sudah menerapkan laporan bulanan terkait kesehatan mental dan perkembangan pembelajaran mahasiswa, UMY dapat mengembangkan sistem monitoring bersama untuk memastikan kesejahteraan peserta magang tetap terjaga,” jelasnya.

Menurut Emil, standar tersebut menjadi pelajaran penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Selain kemampuan akademik dan keterampilan teknis, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai, ketahanan fisik dan mental yang baik, serta kesiapan beradaptasi dengan budaya kerja yang disiplin dan profesional.

Melalui program magang internasional ini, UMY berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman kerja global sekaligus membuka peluang karier di perusahaan-perusahaan internasional setelah menyelesaikan studi. (LSI)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Yusharto Huntoyungo: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah di Bantul
48 Pelajar Wonosobo Digembleng Jadi Paskibra Tangguh Berkarakter Nasionalis
Polemik Konferensi Sungai Trawas, Kritik Mengarah pada Kepatutan dan Tata Kelola Prosedur
Motor Tabrak Mobil Box, Dua Kendaraan Terbakar Hebat di Magelang
BRI: Kemudahan Finansial untuk Semua Kalangan
Inovasi Berkelanjutan PHKT Antar Raih Penghargaan CSR Terbaik dari Pemkab PPU
Spanyol Tantang Argentina, Final Impian Dunia Siap Memukau Pecinta Sepakbola
Pakar Hukum UMY: Kepastian Hukum Jadi Kunci Pengalihan Kasus Eks Jampidsus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:24 WIB

Yusharto Huntoyungo: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah di Bantul

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WIB

48 Pelajar Wonosobo Digembleng Jadi Paskibra Tangguh Berkarakter Nasionalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:40 WIB

Polemik Konferensi Sungai Trawas, Kritik Mengarah pada Kepatutan dan Tata Kelola Prosedur

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:48 WIB

Motor Tabrak Mobil Box, Dua Kendaraan Terbakar Hebat di Magelang

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:36 WIB

BRI: Kemudahan Finansial untuk Semua Kalangan

Berita Terbaru