Bantuan Nutrisi untuk Baduta dan Ibu Hamil, TP PKK Banten Fokus Turunkan Stunting

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, salurkan bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting di Desa Pareang, Kecamatan Mekar Jaya, Kabupaten Pandeglang, Senin (25/8/2025). Bantuan merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) hasil kolaborasi TP PKK Provinsi Banten dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten.

Bantuan yang diberikan meliputi paket nutrisi untuk 36 bayi di bawah dua tahun (baduta) serta 20 ibu hamil dan menyusui. Penyaluran dilakukan secara simbolis di Kantor Desa Pareang, dilanjutkan dengan pembagian secara door to door langsung ke rumah-rumah keluarga penerima.

Di sela penyaluran, Tinawati menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan komitmen bersama yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar yang memerlukan kesiapan sumber daya manusia unggul, sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Namun untuk mewujudkan visi itu, kita harus menghadapi tantangan besar yang masih menghambat langkah kita, salah satunya adalah stunting,” ujarnya.

Tinawati menambahkan, stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi telan prevalensi stunting di Provinsi Banten.

“Saya mengajak seluruh jajaran perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha untuk bersama-sama mendukung gerakan ini. Kita harus bergerak secara masif, terstruktur, dan terukur agar gerakan ini benar-benar memberikan dampak signifikan,” tambahnya.

Kepala Desa Pareang Cecep Suherman menyampaikan apresiasi kepada TP PKK dan jajaran Pemprov Banten yang telah peduli terhadap warganya. Ia menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah desa

“Kami berterima kasih kepada Ibu Tinawati dan jajaran Pemprov Banten. Stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh perangkat desa saja, tetapi membutuhkan penanganan serius dari semua pihak, termasuk masyarakat. Kita rembuk, kita keroyok bersama-sama agar prevalensi stunting di Desa Pareang bisa ditekan,” ungkapnya.

Dikatakan, berdasarkan data desa, terdapat 34 anak stunting dan 60 keluarga berisiko stunting di Pareang. Pemerintah desa bersama kader posyandu rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang anak serta memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mendukung perbaikan gizi keluarga.(Nad)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Wakapolda Banten: SPPG Wujud Dukungan Polri terhadap Pemenuhan Gizi Menuju Indonesia Emas 2045
Rombongan Santri Pondok Pesantren Assadilayah Alami Musibah di Pantai Daplangu
Program Bang Andra Dongkrak Akses Desa dan Pertumbuhan Ekonomi Banten
Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Minyak Goreng ke Kejari Serang
Wagub Banten Dukung HPN 2026 SMSI, Tekankan Kolaborasi Tangkal Disinformasi
Kunjungan ke Museum Multatuli, HPN 2026 SMSI Gaungkan Nilai Kemanusiaan dan Keadilan
SMSI Pusat Gelar Ekspedisi Budaya HPN 2026, Angkat Sejarah dan Potensi Wisata Banten

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:45 WIB

Wakapolda Banten: SPPG Wujud Dukungan Polri terhadap Pemenuhan Gizi Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:52 WIB

Rombongan Santri Pondok Pesantren Assadilayah Alami Musibah di Pantai Daplangu

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:44 WIB

Program Bang Andra Dongkrak Akses Desa dan Pertumbuhan Ekonomi Banten

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:02 WIB

Kejati Banten Serahkan Dua Tersangka Korupsi Minyak Goreng ke Kejari Serang

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:56 WIB

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB