Banten-DKI Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Banjir

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ​Gubernur Banten Andra Soni menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan banjir serta pengelolaan sampah, khususnya di wilayah aglomerasi Tangerang Raya dan DKI Jakarta. Turut hadir mendampingi, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.

​Andra Soni mengungkapkan bahwa penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang Raya tidak dapat diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sendirian. Diperlukan kolaborasi dan dukungan dari wilayah mitra seperti DKI Jakarta, termasuk dalam pengelolaan sampah.

“Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat,” ujar Andra.

​Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, para kepala daerah sepakat untuk berkolaborasi menyelesaikan persoalan lintas batas. Salah satu strategi penanganan banjir yang disepakati adalah pembangunan sejumlah tandon bersama untuk menampung debit air hujan.

​”Melalui tandon-tandon itu, air bakunya nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

​Sementara itu, terkait penanganan sampah, wilayah Tangerang Raya berkomitmen melakukan pengelolaan mandiri menjadi energi listrik (pembangkit listrik tenaga sampah) sesuai arahan pemerintah pusat. Adapun sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis yang melibatkan masyarakat setempat.

​Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, pertemuan tersebut juga membahas optimalisasi aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Lahan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk kawasan permukiman, pertanian, dan tandon pengendali banjir.

​”Sebab, dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang digunakan untuk Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Sisanya akan dimanfaatkan sesuai peruntukan, yakni 38 hektare untuk pertanian dan tandon, serta 47 hektare untuk permukiman,” pungkas Maesyal.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Rakernis Ditpamobvit Polda Banten 2026 Fokus pada Penguatan Objek Vital Nasional
Sekda Banten Dorong Pejabat Tingkatkan Kepemimpinan, Integritas, dan Pelayanan Publik
Bangun Integritas di Sekolah, Irbansus Banten Ingatkan Bahaya Korupsi dari Hal-Hal Kecil
Andra Soni: Notaris Mitra Strategis Pemerintah dalam Kepastian Hukum dan Investasi
Dimyati Laporkan Pelaksanaan Program Sekolah Gratis Banten kepada Kepala Staf Kepresidenan
Jembatan Piano Mekarsari Direvitalisasi, Perkuat Akses Ekonomi dan Mobilitas Warga
Bupati Dewi Setiani: Hari Anak Nasional Momentum Wujudkan Kabupaten Pandeglang Ramah Anak
Penerimaan Siswa Baru SMK PGRI Pandeglang Melonjak Berkat Program Sekolah Gratis

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:52 WIB

Rakernis Ditpamobvit Polda Banten 2026 Fokus pada Penguatan Objek Vital Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Sekda Banten Dorong Pejabat Tingkatkan Kepemimpinan, Integritas, dan Pelayanan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Bangun Integritas di Sekolah, Irbansus Banten Ingatkan Bahaya Korupsi dari Hal-Hal Kecil

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Andra Soni: Notaris Mitra Strategis Pemerintah dalam Kepastian Hukum dan Investasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:39 WIB

Dimyati Laporkan Pelaksanaan Program Sekolah Gratis Banten kepada Kepala Staf Kepresidenan

Berita Terbaru