Bakpia Day Yogyakarta Tebar Ribuan Bakpia Gratis Inspiratif

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Bakpia Day 2025 di Ngampilan siap kembali mengguncang kota dengan tema provokatif “Maha Karya Raja”.

‎Panitia menegaskan acara puncak akan digelar pada Sabtu, 29 November 2025 di Jalan KS Tubun.

‎“Kami ingin Bakpia Day menjadi ruang bersama untuk merayakan bakpia sebagai ikon Yogyakarta,” kata Lurah Ngampilan, Istikhomah.

‎Selain itu, Istikhomah juga menekankan bahwa bakpia adalah simbol budaya yang melekat pada identitas Kota Gudeg.

‎“Setiap wisatawan yang datang selalu kami dorong membawa bakpia sebagai oleh-oleh wajib,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa tema tahun ini dipilih untuk memperkuat citra Ngampilan sebagai pusat bakpia.

‎“Rasanya tetap terjaga, kualitas tetap diutamakan,” tegasnya, memastikan bahwa nilai budaya dan mutu harus berjalan seiring.

‎Menariknya, panitia tahun ini menyiapkan 15.000 bakpia gratis, meningkat drastis dari hanya 1.000 pada tahun lalu.

‎Ketua Panitia, Joni Purwantoro, mengatakan, “Kami ingin berbagi lebih banyak. Ini bentuk syukur dan cara kami mendukung pemasaran Bakpia Pathuk.”

‎Ia menjelaskan bahwa 13 RW tahun ini diberi identitas baru berupa nama varian rasa bakpia.

‎“Masing-masing kontingen akan membagikan bakpia sesuai rasa yang mereka bawa,” ujarnya.

‎Joni menegaskan pelibatan generasi muda sebagai fokus utama.

‎“Masalah terbesar makanan tradisional adalah pewarisnya, jadi acara ini kami desain agar disukai anak muda,” katanya.

‎Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak 24 November. Seksi Acara, Puji Widodo, menjelaskan bahwa puncak acara akan semakin meriah dengan karnaval dan sesi podcast.

‎“Kami akan menampilkan display lagu baru berjudul Cinta Bakpia yang akan menjadi musik flashmob akbar,” ujarnya.

‎Lebih dari seribu penari akan terlibat dalam aksi tersebut.

‎“Kami ingin membuat momentum budaya yang dikenang, sekaligus menguatkan bahwa bakpia bukan sekadar makanan, tapi identitas Yogyakarta,” tutup Puji.

(waw)

Berita Terkait

Ombak Pantai Baru Terjang Perahu, Satu Nelayan Masih Hilang
IFI dan UGM Satukan Mahasiswa Asia-Prancis Bahas Penerjemahan Global
Fakultas Hukum UWM Gencarkan Musyawarah, Warga Kasihan Antusias Berdiskusi
Ecoprint & Digital Marketing: Dorong Ekonomi Warga Naik Pesat
Pameran “Living Walls” Jadi Medium Seniman Johan Menyampaikan Pesan Keseimbangan Hidup
Pakar Ekonomi Syariah Sebut Disiplin dan Tujuan Hidup Penentu Kesehatan Finansial
KPR Masih Jadi Solusi Realistis bagi Anak Muda Miliki Rumah
Husni Amriyanto Soroti Diplomasi Senyap Muhammadiyah dalam Krisis Rohingya

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:26 WIB

Ombak Pantai Baru Terjang Perahu, Satu Nelayan Masih Hilang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:53 WIB

IFI dan UGM Satukan Mahasiswa Asia-Prancis Bahas Penerjemahan Global

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:46 WIB

Fakultas Hukum UWM Gencarkan Musyawarah, Warga Kasihan Antusias Berdiskusi

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Ecoprint & Digital Marketing: Dorong Ekonomi Warga Naik Pesat

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:31 WIB

Pameran “Living Walls” Jadi Medium Seniman Johan Menyampaikan Pesan Keseimbangan Hidup

Berita Terbaru