Aspirasi Warga Direspons, Satgas PRR Perkuat Infrastruktur Jembatan Enang-Enang

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memastikan akan memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Langkah tersebut menjadi respons cepat atas aspirasi warga yang sebelumnya bergotong royong memperbaiki akses jembatan secara swadaya demi mempertahankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemerintah telah menyepakati tiga langkah utama dalam penanganan kawasan tersebut, yakni memperlebar jalan alternatif melalui Simpang Werlah, membangun jembatan permanen baru sebagai solusi jangka panjang, serta memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat difungsikan secara terbatas selama masa transisi.

“Kita sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo. Ketiga, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya,” ujar Tito dalam kunjungan ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026).

Menurut Tito, keputusan mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses tercepat menuju pusat aktivitas warga. Jika harus memutar melalui jalur lain, masyarakat harus menempuh jarak yang lebih jauh dengan biaya transportasi yang meningkat. Namun demikian, pemerintah tetap mengedepankan aspek keselamatan sehingga kendaraan bertonase besar untuk sementara tidak diperbolehkan melintas hingga hasil kajian teknis selesai.

“Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kita tidak ingin terjadi kecelakaan,” kata Tito.

Sementara itu, Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini menjelaskan perkuatan Jembatan Enang-Enang akan segera dimulai menggunakan konstruksi beton siklop pada bagian fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan akibat bencana.

“Untuk Jembatan Enang-Enang, kami akan melakukan perkuatan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan. Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai,” ujar Zulkarnaini.

Selain penanganan jangka pendek, Zulkarnaini menyebut telah menyiapkan solusi permanen berupa pembangunan jembatan baru yang letaknya tidak jauh dari Jembaran Enang-Enang dengan bentang sekitar 300 meter yang dirancang menjadi ikon baru Tanah Gayo. Penyempurnaan desain dilakukan sepanjang 2026, sementara pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada 2027 setelah seluruh kajian teknis diselesaikan.

Pemerintah juga menyiapkan pelebaran jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter serta pembangunan jembatan permanen di jalur tersebut agar kendaraan besar tetap memiliki akses selama proses pembangunan berlangsung.

Di samping itu, BPJN Aceh juga telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sejumlah jembatan permanen lain di kawasan terdampak sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana.(lsi)

Sumber : Satgas Prr

Berita Terkait

Jalan Werlah Jadi Opsi Jalur Alternatif, Kasatgas Tito Pastikan Kesiapan Infrastruktur
Satgas PRR Hadirkan Solusi, Jembatan Enang-Enang Diperkuat Demi Akses Warga
Pemerintah Matangkan Langkah Percepatan Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Bener Meriah
Wamendagri Wiyagus: Tata Kelola Sawit yang Baik Kunci Peningkatan Ekonomi Daerah
Anugerah Adinata Syariah 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Syariah di Daerah
Kemendagri Perkuat Koordinasi Penetapan Sasaran BSPS Bersama Pemerintah Daerah
Wamendagri Ribka Minta Pemda Papua Maksimalkan Peran OAP pada Sensus Ekonomi 2026
Kemendagri Minta Daerah Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi dan IPH

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:07 WIB

Jalan Werlah Jadi Opsi Jalur Alternatif, Kasatgas Tito Pastikan Kesiapan Infrastruktur

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:00 WIB

Satgas PRR Hadirkan Solusi, Jembatan Enang-Enang Diperkuat Demi Akses Warga

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:55 WIB

Aspirasi Warga Direspons, Satgas PRR Perkuat Infrastruktur Jembatan Enang-Enang

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Langkah Percepatan Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Bener Meriah

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:43 WIB

Wamendagri Wiyagus: Tata Kelola Sawit yang Baik Kunci Peningkatan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru