Akibat Intimidasi dan Perusakan Rumah Warga Bantul, Ibu Pingsan dan Balita Trauma

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BANTUL – Dugaan intimidasi saat penarikan mobil berujung kerusakan rumah warga di Dusun Jeblog, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Peristiwa itu diduga terjadi ketika proses penarikan kendaraan tidak mencapai kesepakatan antara Yusuf, adik pemilik mobil, dengan pihak yang hendak menarik kendaraan.

Korban mengatakan pihak penarik diduga meminta sejumlah uang sebagai pengganti pembatalan penarikan kendaraan, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi keluarga. “Setelah permintaan itu tidak kami penuhi, situasi langsung berubah tegang,” kata Yusuf saat memberikan keterangan kepada awak media setempat.

Yusuf mengungkapkan rombongan yang datang menggunakan sekitar empat mobil serta puluhan sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam serta batu. “Mereka datang ramai. Saya melihat ada parang, celurit, dan batu sehingga kami benar-benar merasa ketakutan,” ujar Yusuf.

Karena takut, Yusuf memilih masuk ke dalam rumah bersama keluarganya demi menghindari kemungkinan terjadinya tindakan yang membahayakan keselamatan mereka saat kejadian
‎berlangsung. “Tiba-tiba saya mendengar ibu berteriak. Saat saya hampiri, beliau sudah pingsan sehingga saya panik,” tutur Yusuf.

Yusuf mengatakan dirinya segera menggendong anaknya yang masih berusia sekitar tiga tahun kemudian berlari keluar rumah untuk menyelamatkan seluruh keluarganya. “Saya masih sempat mendengar suara kaca pecah ketika berlari keluar membawa anak saya,” kata Yusuf mengenang peristiwa tersebut.

Keesokan harinya, Yusuf mengaku mendapati etalase serta dua lemari di dalam rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat dugaan perusakan tersebut. “Saat pulang, etalase dan lemari sudah pecah-pecah. Kondisinya membuat kami sangat terpukul,” ujar Yusuf.

Selain kerugian materiil, Yusuf menyebut ibunya mengalami syok hingga pingsan setelah kejadian, sedangkan anak balitanya menangis histeris dan diduga mengalami trauma. “Kami berharap ada perlindungan hukum karena keluarga kami mengalami kerugian serta tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut,” katanya.

Korban menduga aksi tersebut melibatkan seseorang berinisial FN alias S bersama sejumlah rekannya, namun dugaan itu belum memperoleh konfirmasi dari pihak terkait. Korban menyatakan segera melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian agar dilakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan seluruh fakta diungkap.(waw)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB