Ahmad Afif dari UIMSYA Masuk 25 Besar Penerima RGBI 2026 dengan Inovasi Model Wakaf Pesantren

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BANYUWANGI – Kabar membanggakan datang dari dunia akademis pesantren. Salah satu dosen dari Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, Ahmad Afif, berhasil mencatatkan prestasi gemilang sebagai bagian dari tim peneliti yang lolos sebagai penerima Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026.

Prestasi ini menjadi kian prestisius mengingat ketatnya persaingan tahun ini. Tercatat, sebanyak 1.062 proposal masuk ke meja panitia, melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 859 proposal. Dari ribuan ide tersebut, tim peneliti berhasil menembus seleksi hingga menjadi bagian dari 25 proposal terpilih secara nasional.

Kolaborasi Lintas Institusi
Tim peneliti ini dipimpin oleh Hardiansyah dari Universitas Paramadina, berkolaborasi dengan Ahmad Afif dari UIMSYA, Handi Fauzi dari Universitas Paramadina, serta Hesti dari ITB Ahmad Dahlan. Sinergi antar-perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa riset berbasis pesantren kini semakin diperhitungkan di level strategis nasional.

Seleksi berlangsung sangat kompetitif melalui empat tahapan krusial:
1. Penulisan proposal (1.062 pendaftar).
2. Presentasi kandidat (46 proposal terbaik).
3. Penetapan kandidat.
4. Pengumuman resmi (25 pemenang).

P-CWEM: Solusi Finansial Masa Depan Pesantren
Riset yang diangkat bertajuk “Pesantren Corporate Waqf Endowment Model (P-CWEM) – Three Gate Investment Strategy”. Model ini menawarkan relevansi baru dalam pengembangan wakaf di lingkungan pesantren, khususnya dengan memberdayakan wakaf uang sebagai instrumen investasi modern.

Selama ini, banyak pesantren menghadapi tantangan serius terkait biaya operasional. Melalui strategi investasi “tiga gerbang” (Three Gate) yang diusulkan, potensi wakaf investasi diharapkan mampu menutupi celah kebutuhan finansial pesantren secara mandiri dan berkelanjutan.

“Harapannya, dengan model ini pesantren dapat memaksimalkan potensi wakaf investasi untuk menutupi kebutuhan operasional yang sering kali menjadi kendala. Jika operasional sudah tertangani, para kyai, asatidz, dan santri bisa lebih tenang dan fokus sepenuhnya pada kegiatan ‘ngaji’ dan dakwah,” ujar Ahmad Afif.

Pengakuan Terhadap Ekonomi Syariah
Masuknya tema “Wakaf di Pesantren” dalam kategori yang relevan dengan pengembangan ekonomi syariah menunjukkan bahwa instrumen filantropi Islam kini telah terafirmasi sebagai pilar ekonomi yang bersanding sejajar dengan ranah pengembangan ekonomi lainnya di Indonesia.

Keberhasilan tim peneliti ini diharapkan menjadi pemantik bagi akademisi lain untuk terus menggali potensi ekonomi berbasis umat yang profesional, modern, dan berdampak nyata bagi pendidikan Islam di tanah air. (*)

Berita Terkait

Pertemuan Inspiratif di Universitas Brawijaya, Dua Tokoh Bahas Kolaborasi Lintas Bidang
Hey Slank X HS di Malang, Sinergi Musik dan Brand Perkuat Ekosistem Kreatif
Masyarakat Tambegan Protes Kenaikan Tagihan PDAM, Siap Lapor Bupati, DPRD dan Ombudsman
Wisata Medis Jadi Perhatian Pemkot Yogyakarta, Malang Jadi Rujukan Pengembangan
YDF 2026 Bahas Integrasi Pertumbuhan, Teknologi, dan Keberlanjutan Ekonomi
‎Album Tour Raissa Anggiani Hadirkan Ruang Jujur Penerimaan Diri
SMA Taruna Nusantara Malang Resmi Beroperasi, Pemerintah Dorong Pendidikan Unggulan Berkarakter
Konser Kepada Yang Terhormat di Malang, Raissa Anggiani Angkat Kejujuran Emosi

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:05 WIB

Ahmad Afif dari UIMSYA Masuk 25 Besar Penerima RGBI 2026 dengan Inovasi Model Wakaf Pesantren

Senin, 4 Mei 2026 - 15:17 WIB

Pertemuan Inspiratif di Universitas Brawijaya, Dua Tokoh Bahas Kolaborasi Lintas Bidang

Senin, 20 April 2026 - 08:39 WIB

Hey Slank X HS di Malang, Sinergi Musik dan Brand Perkuat Ekosistem Kreatif

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:12 WIB

Masyarakat Tambegan Protes Kenaikan Tagihan PDAM, Siap Lapor Bupati, DPRD dan Ombudsman

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:57 WIB

Wisata Medis Jadi Perhatian Pemkot Yogyakarta, Malang Jadi Rujukan Pengembangan

Berita Terbaru