Abdul Harris Bobihoe: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Otonomi Daerah

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, KOTABEKASI – Pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Kota Bekasi berlangsung khidmat.

Kali ini Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dipersilahkan oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin upacara dan dihadiri forkopimda, pimpinan OPD serta ASN, Senin, (27/04/2026).

Membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Wawali Abdul Harris Bobihoe mengungkapkan apresiasi Pemerintah pusat kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.

Selain itu menekankan semangat kolaborasi dan partisipasi aktif menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel.
Disampaikan pula bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan keragaman budaya, sumber daya alam, dan potensi daerah yang melimpah.

Namun, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang solid antar tingkatan pemerintahan. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam konstitusi.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal guna mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Lebih lanjut, Menteri Dalam Negeri menegaskan pentingnya kesatuan visi, arah kebijakan strategis, serta langkah implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan, sebagaimana juga ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas.

“Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” Ujarnya.

Sejumlah hal strategis turut menjadi perhatian, di antaranya program kerja prioritas nasional yang terbagi dalam delapan klaster, meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil yang diperkuat dengan digitalisasi dan inovasi daerah terus didorong guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 305 Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah.
Dalam aspek fiskal, masih terdapat ratusan daerah dengan kapasitas fiskal yang lemah sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih cukup tinggi. Di sisi lain, kolaborasi antar daerah juga perlu ditingkatkan, termasuk dalam penanganan persoalan sampah yang masih menyisakan jutaan ton sampah belum terkelola secara optimal.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, yang tercermin dari angka Gini Ratio nasional. Sementara itu, stabilitas dan ketahanan daerah tetap dijaga melalui pengendalian inflasi serta pertumbuhan ekonomi yang positif.

Sebelum mengakhiri pembacaan sambutan Mendagri, Wawali Abdul Harris Bobihoe menambahkan, Untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah yang efektif, peningkatan kapasitas daerah menjadi prioritas, antara lain melalui penguatan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kapasitas keuangan daerah, serta penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan.

“Upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tidak dapat dilepaskan dari kapasitas masing-masing tingkatan pemerintahan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas daerah menjadi prioritas,” Terangnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 serta harapan agar semangat otonomi daerah terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang lebih baik dan berdaya saing. (LSI)

Sumber : Diskominfostandi

Berita Terkait

Abdul Harris Bobihoe Dorong Sportivitas Generasi Muda di B’yond Future Champ 2026
Hari Tari Sedunia di Bekasi Hadirkan Pertunjukan Kolosal di Ruang Publik
Wali Kota Bekasi: Tari Merupakan Bagian dari Intelektualitas dan Identitas Budaya
One Day English: Inovasi Komunikasi Birokrasi atau Sekadar Simbolik?
Wali Kota Bekasi Hadiri Lebaran Bekasi II, Tegaskan Pentingnya Kebersamaan Warga
Pemkot Kota Bekasi Perkuat Pembinaan Olahraga Lewat Kejurkot U-15 Voli Pasir
Pemkot Bekasi Perkuat Komitmen Lingkungan Lewat Program 3 Juta Pohon
Forum Lintas Agama, Wiwiek Hargono Soroti Peran Perempuan dan Toleransi

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 11:01 WIB

Abdul Harris Bobihoe: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Otonomi Daerah

Senin, 27 April 2026 - 08:23 WIB

Abdul Harris Bobihoe Dorong Sportivitas Generasi Muda di B’yond Future Champ 2026

Minggu, 26 April 2026 - 10:48 WIB

Hari Tari Sedunia di Bekasi Hadirkan Pertunjukan Kolosal di Ruang Publik

Minggu, 26 April 2026 - 10:41 WIB

Wali Kota Bekasi: Tari Merupakan Bagian dari Intelektualitas dan Identitas Budaya

Minggu, 26 April 2026 - 10:17 WIB

One Day English: Inovasi Komunikasi Birokrasi atau Sekadar Simbolik?

Berita Terbaru

Jogja

Bidik Kursi Pimpinan DPRD PAN Yogya Gaspol Muscab VI

Senin, 27 Apr 2026 - 13:03 WIB