Jogja Pelajari Big Data dan Geospasial di Sumedang untuk Tingkatkan Layanan Publik

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Hermawan diterima Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila yang menyambut positif kerja sama. (Pemkot)

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Hermawan diterima Wakil Bupati Sumedang, M Fajar Aldila yang menyambut positif kerja sama. (Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Sumedang — Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, guna memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan big data, data geospasial, serta penerapan geoportal dalam tata kelola pemerintahan.

Studi tersebut diharapkan menjadi bekal untuk penguatan layanan publik dan perencanaan pembangunan berbasis data.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, mengungkapkan, pemanfaatan teknologi data wilayah dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih presisi.

“Pembelajaran ini akan kami implementasikan untuk perencanaan pembangunan yang akurat, pengambilan kebijakan berbasis wilayah, serta pemetaan kependudukan, khususnya terkait stunting dan kelompok rentan,” ucapnya saat pertemuan di Sumedang, Jumat (5/12/2025).

Wawan menilai kunjungan ini menjadi ruang berbagi praktik baik antara dua daerah. Pengetahuan yang diperoleh, lanjut dia, akan dibawa pulang untuk direplikasi sesuai kebutuhan Kota Yogyakarta.

“Harapannya, layanan publik menjadi lebih inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar dia.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menyampaikan, Sumedang memang memberi perhatian besar pada pengembangan sistem data untuk menunjang tata kelola pemerintahan yang efektif.

“Kami terbuka berbagi informasi sekaligus menerima masukan dari Pemkot Yogyakarta sebagai bahan evaluasi dan pengembangan,” katanya.

Fajar juga memaparkan perkembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tengah diterapkan di Sumedang. Ia menyebut, platform SIMPATI berhasil menjadi instrumen pencegahan stunting dan kini telah diadopsi secara nasional.

“Sistem ini sudah direplikasi lebih dari 50 kabupaten/kota percontohan,” tuturnya.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal bagi dua daerah untuk memperkuat kolaborasi bidang digitalisasi pemerintahan.

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menindaklanjuti hasil studi dengan penyusunan rencana penerapan big data dan geospasial dalam layanan publik ke depan. (ihd)

Berita Terkait

Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan
Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman
Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta Pastikan Mutu dan Keamanan Bahan Pangan Selama Ramadan
Pemkot Yogya Perkuat Talud Tiga Sungai Sepanjang 36 Kilometer, 30 Persen Masih Bertahap
Indeks Kepuasan Naik, AKIP Predikat A, Kinerja Pemkot Yogyakarta Menguat
Wamira Diluncurkan, Pemkot Yogyakarta Bangun Jejaring Warung Rakyat di 14 Kemantren
Stok Pangan Yogyakarta Aman hingga Lebaran 2026, Sejumlah Harga Mulai Merangkak Naik

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:36 WIB

Stok Aman, Harga Pangan di Yogya Naik Wajar pada Pekan Kedua Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:37 WIB

Pemkot Yogyakarta dan Muhammadiyah Kolaborasi Kampung Tematik Brontokusuman

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:20 WIB

Madrasah Quran Ramadan Warnai Pembinaan ASN Pemkot Yogyakarta

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:03 WIB

Pemkot Yogyakarta Pastikan Mutu dan Keamanan Bahan Pangan Selama Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:13 WIB

Pemkot Yogya Perkuat Talud Tiga Sungai Sepanjang 36 Kilometer, 30 Persen Masih Bertahap

Berita Terbaru

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Dr Achmad Nurmandi menyampaikan pidato peluncuran organisasi baru LEAD di Masjid K.H. Ahmad Dahlan UMY, Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

LEADS UMY: Memimpin Perubahan, Mencerahkan Dunia di Usia ke-45

Selasa, 3 Mar 2026 - 09:59 WIB