JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menganugerahkan penghargaan bagi para penjaga dan penggerak kebudayaan melalui gelaran Anugerah Kebudayaan DIY 2025 di Kompleks Kepatihan, Senin (1/12/2025).
Acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY ini menjadi momentum apresiasi bagi individu, komunitas, dan lembaga yang dinilai konsisten menjaga, merawat, serta mengembangkan khazanah budaya di Bumi Mataram.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menandai tahun kedua implementasi Peraturan Gubernur DIY Nomor 32 Tahun 2023 yang merupakan turunan dari Peraturan Daerah Istimewa DIY Nomor 3 Tahun 2017.
Regulasi tersebut, kata dia, memperluas cakupan penerima penghargaan, tidak hanya pada warisan budaya benda dan tak benda, tetapi juga pada ekosistem budaya yang bersifat multisektor.
“Pada tahun ini penerima anugerah dibagi dalam tiga kategori, yakni empu atau maestro, pelaku dan pelestari budaya, serta pelopor pembaharu dan kreator,” ujar Dian. Setelah proses penilaian oleh tim, ditetapkan 28 penerima penghargaan.
Proses seleksi sendiri dilakukan sejak November oleh 15 orang tim penilai yang terdiri atas akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat dari berbagai disiplin kebudayaan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan bagian dari komitmen keistimewaan DIY dalam memperkuat ekosistem kebudayaan.
“Masyarakat Jawa mengenal ungkapan Hamemayu Hayuning Bawono—tugas manusia adalah memperindah dan menjaga harmoni dunia. Budaya bukan hanya warisan, tetapi kompas moral di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Paku Alam X menilai kontribusi para penerima penghargaan mencerminkan bahwa keberlanjutan kebudayaan bertumpu pada manusia yang merawatnya: komunitas, sanggar, pengrajin, para pemikir, hingga generasi muda yang mengembangkan inovasi.
“Dari dedikasi mereka, kebudayaan Yogyakarta tetap menjadi pusat inspirasi, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.
Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat untuk memperluas jejaring, memperkuat karya, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan Yogyakarta dengan ungkapan dan bentuk yang relevan pada zamannya. (ihd)






