JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan setelah angka kemiskinan daerah per Maret 2025 tercatat 10,23 persen, masih 1,76 persen di atas rata-rata nasional.
Meski menunjukkan tren penurunan tertinggi dalam satu dekade terakhir di Pulau Jawa, tantangan menuju target satu digit pada 2026 dinilai masih besar.
Dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Gedhong Pracimasana, Jumat (21/11/2025), Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan bahwa indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan juga terus membaik. “Trennya menurun dan mendekati garis kemiskinan. Tingkat keparahan juga semakin berkurang,” ujarnya.
Hingga triwulan ketiga 2025, realisasi anggaran penanggulangan kemiskinan mencapai 77,97 persen atau lebih dari Rp548 miliar. Sementara itu, program pengentasan kemiskinan ekstrem baru terealisasi 41,02 persen dari pagu Rp538 miliar. Paku Alam X meminta percepatan agar seluruh program dapat terselesaikan pada akhir tahun.
Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial melalui pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meminimalkan kesalahan inklusi dan eksklusi. Selain itu, Pemda DIY diminta mengikuti arah kebijakan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Kepala Bapperida DIY Danang Setiadi menyebut penurunan minimal 0,24 persen diperlukan agar DIY masuk kategori satu digit pada 2026. Selain menunggu rilis data per September 2025 dari BPS, pemerintah daerah menggenjot dua pendekatan utama: mengurangi beban masyarakat miskin dan meningkatkan pendapatan mereka.
Program bantuan sosial untuk lansia miskin tetap menjadi prioritas dengan alokasi sekitar 8.000 penerima per tahun. Adapun peningkatan pendapatan dilakukan lewat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah melalui pelatihan dan program pemberdayaan.
DIY juga menetapkan 18 lokus prioritas untuk fokus penanganan kemiskinan. “Evaluasi berjalan terus, dan kita berharap jumlah lokus kemiskinan dapat semakin berkurang,” ujar Danang.
Pemda DIY berharap rentetan program ini mampu membawa angka kemiskinan ke level satu digit pada 2026, sekaligus mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. (ihd)






