JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat peningkatan signifikan dalam QS Sustainability Rankings 2026. Kampus tersebut menempati posisi global 1.071–1.080 dari seluruh perguruan tinggi dunia, serta berada di peringkat ke-16 secara nasional. Capaian ini menandai kenaikan sekitar 50 peringkat dibanding tahun sebelumnya.
Pemeringkatan ini menilai kontribusi universitas terhadap isu sosial, lingkungan, dan tata kelola. UMY menunjukkan performa kuat pada sejumlah indikator, termasuk meraih peringkat pertama nasional untuk indikator Environmental Research dalam kategori Environmental Impact serta Health & Wellbeing dalam kategori Social Impact. Kedua indikator tersebut mencerminkan penguatan riset UMY dalam isu lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kualitas pengalaman dan kesejahteraan sivitas akademika.
Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global (BPRG) UMY, Mega Hidayati, mengatakan bahwa posisi tersebut menunjukkan konsistensi program-program kampus dalam mendorong pengabdian masyarakat, riset berorientasi lingkungan, dan peningkatan kualitas kesehatan sivitas akademika.
“Indikator Health & Wellbeing memang menjadi kekuatan UMY. Komitmen kami terhadap kesehatan dan kesejahteraan pegawai, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat berjalan melalui fasilitas kesehatan, asuransi, dan kegiatan olahraga rutin,” ujar Mega dalam wawancara di kantor BPRG, Rabu (19/11).
Pada indikator Environmental Research, UMY tampil sebagai peringkat pertama nasional meskipun tidak memiliki jurusan khusus ilmu lingkungan. Kuatnya publikasi dan riset yang selaras dengan enam poin SDGs –mulai dari energi bersih, kota berkelanjutan, konsumsi-produksi, perubahan iklim, hingga ekosistem– menjadi faktor pendorong. Menurut Mega, fokus riset ini juga sejalan dengan prioritas riset nasional.
Di tingkat global, UMY juga mencatat kinerja menonjol pada kategori Governance, dengan menduduki peringkat 842 dunia. Aspek yang dinilai meliputi transparansi kebijakan, akuntabilitas kelembagaan, budaya etis, hingga keterlibatan mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Mega menilai bahwa tata kelola yang kuat menjadi fondasi bagi kemajuan kampus di seluruh aspek keberlanjutan.
“Governance yang baik menentukan arah. Dengan tata kelola yang kuat, seluruh program keberlanjutan di bidang lingkungan, sosial, maupun akademik dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Mega menggarisbawahi bahwa pemeringkatan ini bukan sekadar upaya mengejar posisi, melainkan sarana evaluasi komitmen universitas terhadap isu keberlanjutan global. Meski demikian, peningkatan peringkat tetap menjadi salah satu target UMY pada tahun-tahun mendatang.
“Target kami tetap naik, harapannya tahun depan bisa menembus peringkat 1.000. Yang lebih penting, kontribusi UMY bagi masyarakat dan dunia dapat terukur dan terus meningkat,” kata Mega. (ihd)






