Jogja Terapkan Strategi Ganda Tekan Kemiskinan: Sentuh Gejala dan Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Hasto Wardoyo memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan 2025 di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (23/10/2025). (Dok Pemkot)

Wali Kota Hasto Wardoyo memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan 2025 di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (23/10/2025). (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan strategi ganda dalam menurunkan angka kemiskinan dengan menyasar penanganan gejala sekaligus akar penyebabnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 6 persen.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan dua strategi utama itu, yakni pendekatan simptomatis (berdasarkan gejala) dan pendekatan kausatif (berdasarkan akar masalah).

Kedua pendekatan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan 2025 di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (23/10/2025).

“Penurunan kemiskinan tidak bisa hanya dari satu sisi. Kita harus menyentuh keduanya, baik dari gejala kemiskinan seperti pemenuhan kebutuhan pangan dan bantuan sosial, maupun akar penyebabnya seperti pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja,” ujar Hasto.

Pendekatan simptomatis dilakukan dengan memperkuat program food bank dan subsidi kebutuhan pokok bagi warga rentan, termasuk janda lanjut usia dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, pendekatan kausatif ditempuh melalui peningkatan akses pendidikan, pelatihan kerja, serta program padat karya berbasis komunitas.

“Tujuannya agar masyarakat kecil bisa mandiri. Kami mendorong konsep self-limited poverty, di mana warga miskin mampu bangkit melalui gotong royong dan dukungan pemerintah,” kata Hasto.

Ia juga mencontohkan model pemerataan ekonomi berbasis komunitas seperti Koperasi Merah Putih yang beranggotakan warga miskin dan mengelola produksi batik sekolah. Pemkot juga tengah menyiapkan warung kelontong bersubsidi yang akan dikelola warga penerima bantuan.

“Warung-warung ini menjadi kepanjangan tangan BUMD, menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, dan hanya bisa diakses oleh warga penerima kartu bantuan,” ujarnya.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menyebut angka kemiskinan di Kota Yogyakarta menunjukkan tren positif. Berdasarkan data 2023, angka kemiskinan ekstrem tercatat 0,5 persen, sementara kemiskinan umum berada di sekitar 6 persen.

“Kami fokus pada kantong-kantong kemiskinan di sepanjang Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo. Jika titik-titik ini tertangani, penurunan angka kemiskinan akan lebih cepat,” kata Agus.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar upaya penanggulangan kemiskinan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi berlanjut pada penciptaan kemandirian ekonomi warga. (ihd)

Berita Terkait

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media
Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri
Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana
Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif
Pemkot Yogya Gandeng 23 LBH, Anggaran Bantuan Hukum Warga Miskin Ditambah di 2026

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:49 WIB

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:34 WIB

Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Selasa, 3 Februari 2026 - 21:10 WIB

Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026

Berita Terbaru

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komisi Informasi Daerah (KID) DIY 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Selasa (10/2/2026). (Humas Pemda DIY)

Pemda DIY

Informasi Publik Jadi Kunci Ketangguhan DIY atas Bencana

Rabu, 11 Feb 2026 - 17:11 WIB