Belanja Modal Kota Yogyakarta Diefisienkan, Sejumlah Proyek Infrastruktur Tertunda

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (Joke)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo (Joke)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta bakal mengefisienkan belanja modal tahun 2026 sebagai langkah antisipatif terhadap pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Kebijakan ini diperkirakan berdampak pada tertundanya sejumlah proyek infrastruktur di wilayah kota pelajar itu.

“Yang diefisienkan belanja modal, seperti membangun infrastruktur atau memperbaiki jalan. Beberapa kegiatan yang sifatnya belanja modal itu tidak akan direalisasikan dulu,” ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, di Yogyakarta, Jumat (10/10/2025).

Menurut Hasto, kebijakan efisiensi ini dilakukan karena adanya estimasi penurunan dana TKD sekitar Rp250 miliar atau setara 21–26 persen dari total alokasi sebelumnya. Hingga kini, Pemerintah Kota masih menunggu kepastian jumlah dana transfer melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026.

“Kalau dipotong 21 sampai 26 persen, berarti berkurangnya sekitar Rp250 miliar. Itu estimasi kami, karena DIPA yang pasti belum turun,” kata Hasto.

Total APBD Kota Yogyakarta tercatat lebih dari Rp2 triliun, dengan belanja pegawai mencapai 41 persen. Meski demikian, Hasto memastikan anggaran pendidikan dan kesehatan tidak akan terimbas pemangkasan karena termasuk dalam mandatory spending yang wajib dialokasikan berdasarkan regulasi.

“Pendidikan tidak terkena pengurangan karena sudah wajib dialokasikan. Bahkan ada penambahan, termasuk kesehatan, karena ada paket wajib pemeriksaan gratis. Pendidikan dan kesehatan sendiri bisa mencapai 47 persen,” ujar Hasto.

Dengan porsi belanja wajib yang besar, ruang fiskal Pemkot untuk kegiatan fisik semakin terbatas. Hasto memperkirakan belanja modal pada 2026 hanya sekitar 7 persen dari total anggaran, sehingga sejumlah proyek infrastruktur terpaksa ditunda pelaksanaannya.

Meski menghadapi tekanan fiskal, Hasto menilai posisi keuangan Kota Yogyakarta masih relatif lebih kuat dibandingkan kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kota Yogyakarta memiliki pendapatan asli daerah (PAD) mendekati Rp1 triliun, jauh di atas PAD kabupaten lain yang berkisar Rp300–400 miliar.

“Kalau kabupaten, beban belanja pegawainya lebih berat. Kami normalnya 30 persen. Kalau pembaginya dikurangi karena transfer pusat turun, otomatis persentasenya naik, tapi bukan berarti belanja pegawainya bertambah,” ujar Hasto.

Secara nasional, alokasi dana TKD dalam RAPBN 2026 direncanakan sebesar Rp649,99 triliun, turun signifikan dari perkiraan realisasi tahun 2025 sebesar Rp864 triliun, maupun dibandingkan alokasi APBN 2025 yang mencapai Rp919,9 triliun.

Sebagai kompensasi, Kementerian Keuangan akan meningkatkan belanja program pemerintah pusat untuk daerah melalui kementerian/lembaga (K/L) menjadi sekitar Rp1.300 triliun, naik dari alokasi sebelumnya Rp900 triliun.

Berita Terkait

Peserta Muktamar NU Dilepas, Gubernur Andra Ajak Bawa Semangat Perjuangan Ulama Banten
Tinawati: Sekolah Sehat Jadi Fondasi Generasi Berkarakter dan Berprestasi
Forum Konsultasi Publik Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan RSUD Banten
Buka Rakernas IPPAT, Andra Soni Tekankan Transformasi Pelayanan Pertanahan
Wagub Dimyati: Catur Bukan Sekadar Permainan, tetapi Mengajarkan Persaudaraan
32 Tim Berlaga di Jawara Cup 1, Dewa United Bidik Talenta Muda Banten
Andra Soni Dorong Pembinaan Karate untuk Cetak Generasi Unggul
Kejurnas Hoki 2026 Jadi Bukti Kesiapan Banten Gelar Event Nasional

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Peserta Muktamar NU Dilepas, Gubernur Andra Ajak Bawa Semangat Perjuangan Ulama Banten

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Tinawati: Sekolah Sehat Jadi Fondasi Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Forum Konsultasi Publik Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan RSUD Banten

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Buka Rakernas IPPAT, Andra Soni Tekankan Transformasi Pelayanan Pertanahan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Wagub Dimyati: Catur Bukan Sekadar Permainan, tetapi Mengajarkan Persaudaraan

Berita Terbaru

OPINI

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:57 WIB

Yogyakarta

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:25 WIB