JOGJAOKE.COM, Sleman – Bupati Sleman Harda Kiswaya mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi bersama Lanud Adisutjipto dengan mengembangkan peternakan domba dan menanam pohon jeruk.
Program tersebut diresmikan di Lahan Adisutjipto Shooting Range Lanud Adisutjipto, Kamis (15/10), dipimpin Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret mengoptimalkan lahan produktif melalui integrasi sektor peternakan dan pertanian untuk mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan.
Harda Kiswaya mengapresiasi inisiatif Lanud Adisutjipto yang memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif sekaligus memperkuat kolaborasi antar lembaga dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Saya merasa bangga karena melalui kolaborasi ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan program ketahanan pangan,” kata Harda dalam sambutannya.
Menurutnya, kerja sama lintas instansi menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Ia berharap program peternakan domba dan penanaman pohon jeruk tersebut tidak berhenti pada kegiatan peresmian, tetapi terus berkembang memberikan manfaat nyata.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wujud nyata kolaborasi antar instansi,” ujarnya menegaskan harapan terhadap keberlanjutan program.
Harda menilai pemanfaatan lahan kosong menjadi kawasan produktif merupakan inisiatif yang patut dikembangkan dan dicontoh berbagai pihak, termasuk masyarakat di Kabupaten Sleman.
Baginya, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal memiliki peluang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Lanud Adisutjipto telah menjadi contoh dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif,” ungkap Harda saat menyampaikan apresiasinya.
Ia berharap keberhasilan program tersebut nantinya dapat menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan sesuai potensi lingkungan masing-masing.
“Apabila program ini berhasil, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melihat langsung perkembangannya,” kata Harda.
Menurutnya, kunjungan masyarakat dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengenal pengelolaan lahan produktif sekaligus memahami pentingnya kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Nantinya dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas,” tambahnya, menekankan peluang pengembangan program sebagai model pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Program tersebut menerapkan konsep pertanian terpadu dengan menggabungkan peternakan domba dan kebun jeruk dalam satu kawasan yang saling mendukung.
Peternakan domba berpotensi menyediakan sumber protein hewani sekaligus menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanah.
Sementara itu, penanaman pohon jeruk diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui kegiatan budidaya tanaman.
Integrasi kedua sektor tersebut membuka peluang pengembangan sistem produksi pangan yang memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Selain mendukung ketahanan pangan, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi sarana edukasi pertanian dan peternakan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi, masyarakat diharapkan dapat mempelajari praktik pengelolaan lahan, pemeliharaan ternak, serta pemanfaatan pupuk organik dalam kegiatan budidaya.
Peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul.
Hadir pula Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Panewu Berbah, jajaran Lanud Adisutjipto, PIA Ardhya Garini, serta tamu undangan lainnya.
Kolaborasi pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara ini diharapkan memperluas pemanfaatan lahan produktif sekaligus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.(ady)






