Harda Kiswaya Tekankan Moral Adiwicara, Budaya Jawa Jangan Tergusur Zaman

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan kemampuan adiwicara harus dibarengi tanggung jawab moral, tata krama, dan komitmen melestarikan budaya Jawa di era digital.
‎
Pesan tersebut disampaikan Harda saat membuka Sarasehan Ke-3 sekaligus Pelatihan Adiwicara Angkatan I DPD Paguyuban Panatacara Yogyakarta PPY Kabupaten Sleman secara resmi dan langsung.
‎
Kegiatan yang berlangsung Kamis 1 Oktober itu menjadi momentum memperkuat pelestarian bahasa, sastra, seni, serta nilai luhur budaya Jawa bagi generasi muda secara berkelanjutan.
‎
Di tengah modernisasi, kemampuan berbicara di depan masyarakat dinilai bukan sekadar keterampilan menyampaikan pesan, melainkan juga cerminan karakter dan identitas seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.
‎
Harda mengingatkan para peserta agar setiap kata yang disampaikan membawa manfaat, semangat, sekaligus menjaga persatuan masyarakat di Kabupaten Sleman secara bijaksana warga bersama harmonis.
‎
Sebagai adiwicara, peserta dituntut memahami unggah-ungguh, tata krama, dan kesantunan sebelum tampil menyampaikan berbagai pesan kepada publik dengan penuh tanggung jawab secara bijak publik.
‎
“Sebagai seorang adiwicara, kita diingatkan pada falsafah ‘Ajining diri saka lathi’, bahwa kehormatan seseorang tercermin dari tutur katanya,” ujar Harda Kiswaya dengan kesadaran budaya.
‎
Ia menambahkan, kemampuan berbicara harus disertai tanggung jawab moral karena kata-kata seorang adiwicara dapat memengaruhi sikap masyarakat luas dalam kehidupan sosial bersama masyarakat langsung.
‎
“Semakin tinggi kemampuan seseorang berbicara di depan masyarakat, semakin besar tanggung jawab dalam menggunakan kata-kata untuk memberi semangat dan menyatukan masyarakat secara bijak pula,” katanya.
‎
Karena itu, Harda mengapresiasi DPD PPY Sleman yang konsisten menghadirkan ruang pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan adiwicara secara berkelanjutan bagi masyarakat luas.
‎
Menurut Harda, pelestarian budaya Jawa membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan para budayawan di Kabupaten Sleman secara nyata berkelanjutan.
‎
Ia mengajak PPY Sleman bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman agar tradisi Jawa tetap hidup, berkembang, dan relevan mengikuti perubahan zaman bersama pelaku budaya kini.
‎
Pelestarian tersebut, kata Harda, tidak cukup dilakukan melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan lewat pendidikan, latihan, praktik, dan regenerasi pelaku budaya secara konsisten berkelanjutan bersama.
‎
Dengan demikian, kemampuan adiwicara dapat berkembang sekaligus menjadi sarana menjaga bahasa, sastra, seni, serta nilai luhur yang diwariskan leluhur kepada generasi penerus bagi masyarakat.
‎
Sementara itu, Ketua DPD PPY Kabupaten Sleman Agus Wiranto menjelaskan pelatihan adiwicara dirancang selama tiga bulan dengan 24 kali pertemuan secara intensif dan terarah.
‎
Program tersebut menghadirkan 12 narasumber ahli yang memberikan materi sesuai bidang masing-masing untuk memperkuat kemampuan peserta secara bertahap dan terarah dan profesional.
‎
Agus menyebut pelatihan ini diikuti 97 peserta yang mendapatkan pembelajaran intensif selama rangkaian pawiyatan berlangsung selama tiga bulan penuh secara terstruktur dan bertahap terarah.
‎
Menurut Agus, program tersebut menjadi bagian dari komitmen PPY Sleman membangun kapasitas panatacara dan adiwicara melalui pembelajaran yang terstruktur bagi calon adiwicara secara mandiri.
‎
Agus juga menegaskan PPY Sleman menjadi satu-satunya kepengurusan wilayah Yogyakarta yang mampu menyelenggarakan program pawiyatan secara mandiri dan berkelanjutan untuk pengembangan budaya di Sleman.
‎
Kemandirian tersebut menjadi modal penting bagi PPY Sleman untuk memperluas pembelajaran budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang adiwicara di Sleman secara berkelanjutan.
‎
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu berbicara dengan baik, tetapi juga memahami nilai kesantunan dalam setiap penampilan di hadapan masyarakat secara santun.
‎
Sinergi pemerintah daerah dan komunitas budaya diharapkan memperkuat PPY Sleman sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas, serta penggerak pelestarian tradisi Jawa secara berkelanjutan secara konsisten.
‎
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman perlu berjalan bersama pelestarian budaya agar identitas Jawa tetap kuat di tengah masyarakat bagi generasi mendatang.(ady)

Berita Terkait

‎Ribuan Pembatik Kepung Malioboro, Peserta Kalimantan Bongkar Pengalaman Pertamanya
Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas
‎Gekrafs DIY Gebrak Ekonomi Kreatif Jogja, Wawan Dorong Aksi Nyata
Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan
Dari Anak Panah hingga Sampah Botol, Celeban Punya Gebrakan
Ahmad Syauqi Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi dan Solidaritas Warga
‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis
Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

‎Ribuan Pembatik Kepung Malioboro, Peserta Kalimantan Bongkar Pengalaman Pertamanya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Dari Anak Panah hingga Sampah Botol, Celeban Punya Gebrakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Ahmad Syauqi Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi dan Solidaritas Warga

Berita Terbaru