Kebakaran Dahsyat Transhome Sleman Tewaskan Dua Perempuan, Kerugian Puluhan Miliar

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Kebakaran hebat melanda bangunan Transhome di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalitirto, Berbah, Sleman, Kamis siang, dua orang meninggal dunia hingga siang hari di lokasi.
‎
Api berkobar sekitar pukul 12.30 WIB dan membuat seluruh bangunan tiga lantai serta satu basement terdampak kebakaran cukup parah hingga kondisi bangunan terkendali.
‎
Petugas gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman, pendinginan, evakuasi, pengamanan lokasi, serta penanganan korban setelah api diketahui membesar setelah api membesar tiba-tiba di lokasi kejadian.
‎
Unsur pemadam kebakaran, kepolisian, Basarnas, tenaga medis, relawan, dan unsur terkait dikerahkan menghadapi kobaran api di lokasi kejadian tersebut di sekitar lokasi kejadian.
‎
Penanganan dilakukan secara terpadu untuk memastikan api benar-benar terkendali sekaligus mencegah munculnya kembali titik panas di bangunan tersebut setelah api berhasil dikendalikan di lokasi.
‎
Dua korban dilaporkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran yang melanda bangunan Transhome tersebut pada Kamis siang kemarin dalam kejadian tragis tersebut di lokasi kejadian.
‎
Korban pertama berinisial Ny. S, perempuan berusia 42 tahun, warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, berdasarkan data penanganan petugas yang diketahui berada di Sleman di lokasi.
‎
Korban kedua yakni Sdri. WND, perempuan berusia 20 tahun, warga Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, juga meninggal dunia dalam musibah kebakaran tersebut di lokasi kejadian.
‎
Selain dua korban meninggal, terdapat korban lain yang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat setelah proses evakuasi berlangsung di lokasi kejadian.
‎
Informasi mengenai korban luka masih menjadi bagian penanganan petugas, sementara kondisi korban selanjutnya menunggu pendataan dan keterangan resmi dari lokasi kejadian tersebut di lokasi.
‎
Besarnya kobaran api membuat bangunan Transhome terdampak luas, mencakup tiga lantai sekaligus area basement yang berada di bagian bawah setelah api meluas dengan cepat.
‎
Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah, mencakup barang, perlengkapan bangunan, serta sejumlah sepeda motor karyawan dalam peristiwa kebakaran tersebut di lokasi kejadian.
‎
Namun, angka kerugian tersebut masih sementara karena petugas dan pihak terkait masih melakukan pendataan seluruh aset terdampak secara bertahap oleh petugas terkait di lokasi.
‎
Sejumlah sepeda motor milik karyawan turut terbakar dalam kejadian tersebut sehingga menambah nilai kerugian akibat kebakaran besar ini dalam peristiwa kebakaran itu di lokasi.
‎
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dipastikan karena petugas masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian di lokasi hingga proses penyelidikan berlangsung di lokasi kejadian.
‎
Petugas melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara untuk mencari titik awal munculnya api serta mengetahui penyebab kebakaran sejak penanganan dimulai petugas di lokasi.
‎
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga dilakukan untuk mengumpulkan informasi penting mengenai kondisi sebelum kebakaran terjadi pada Kamis siang sebelum memberikan keterangan lebih lanjut di lokasi kejadian.
‎
Petugas turut mengecek rekaman CCTV sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk menelusuri kronologi dan kemungkinan titik awal api dari lokasi kejadian tersebut di lokasi.
‎
Seluruh informasi tersebut masih didalami, sehingga penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai dilakukan petugas hingga seluruh fakta terkumpul lengkap secara menyeluruh di lokasi.
‎
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin berembus cukup kencang secara serius sejak kejadian berlangsung segera.
‎
Petugas juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang berpotensi memicu api di sekitar bangunan saat kondisi cuaca mendukung api segera.
‎
Instalasi listrik dan berbagai peralatan yang menghasilkan panas diminta dipastikan berada dalam kondisi aman sebelum digunakan masyarakat yang dapat memperbesar kobaran api di lokasi.
‎
Langkah pencegahan tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya api, terutama pada bangunan dengan aktivitas dan peralatan beragam sebelum meninggalkan lokasi bangunan di sekitar.
‎
Apabila warga melihat sumber api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas terkait dan lingkungan sekitar bangunan di lokasi.
‎
Musibah Transhome menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan, pemeriksaan instalasi, serta respons cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas kembali secara bersama sama kepada petugas di lokasi.(waw)

Berita Terkait

‎Ribuan Pembatik Kepung Malioboro, Peserta Kalimantan Bongkar Pengalaman Pertamanya
Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas
‎Gekrafs DIY Gebrak Ekonomi Kreatif Jogja, Wawan Dorong Aksi Nyata
Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan
Dari Anak Panah hingga Sampah Botol, Celeban Punya Gebrakan
Ahmad Syauqi Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi dan Solidaritas Warga
‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis
Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

‎Ribuan Pembatik Kepung Malioboro, Peserta Kalimantan Bongkar Pengalaman Pertamanya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Dari Anak Panah hingga Sampah Botol, Celeban Punya Gebrakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Ahmad Syauqi Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi dan Solidaritas Warga

Berita Terbaru