Antrean Pertalite Mengular hingga Malam, Warga Yogyakarta Keluhkan Pembatasan Kuota

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pembatasan kuota dan waktu penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai dikeluhkan sejumlah pengemudi ojek online di Yogyakarta. Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU hingga larut malam karena masyarakat khawatir kehabisan kuota.

Pantauan di salah satu SPBU kawasan Yogyakarta pada pukul 21.00 WIB menunjukkan antrean jalur Pertalite masih mengular hingga pintu masuk SPBU. Para pengemudi mengaku terpaksa mengantri hingga malam untuk memastikan dapat membeli BBM bersubsidi tersebut.

Bagi pengemudi ojek online, Pertalite menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas harian. Pembatasan waktu penjualan dinilai menyulitkan mereka yang bekerja hingga larut malam.

Saryono, salah seorang pengemudi ojol, mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. Ia kerap bekerja hingga larut dan tidak dapat membeli Pertalite di atas pukul 12 malam karena kuota sudah habis.

“Kalau jam-jam tertentu kan kami juga kalau semisal kehabisan bahan bakar kan kalau mau narik juga kesulitan juga. Ya diperbanyak lagi stoknya,” ujar Saryono.

Hal senada disampaikan Putut Mulat Suhartono, pengemudi ojol lainnya. Untuk menghemat waktu, ia terpaksa memilih Pertamax karena antrean Pertalite terlalu panjang.

“Langkah itu lebih sulit lagi nih kita carinya. Karena apa, ongkos untuk Gojek itu juga enggak akan cukup lagi kalau beli Pertamax terus,” kata Putut.

Pihak SPBU menjelaskan bahwa penjualan Pertalite disesuaikan dengan kuota harian yang diterima dari Pertamina. Raharjo, Pengawas SPBU di kawasan Jogja, menyebut kuota harian Pertalite di SPBU-nya berkisar 12 ribu Liter – 14 Ribu Liter per hari.

“Per hari untuk kuota kita harian itu sekitar 12 ribu Liter – 14 ribu Liter. Jadi kita penjualan menyesuaikan kuota, dan kita juga memaksimalkan penjualan untuk yang pagi hari. Karena pagi hari khususnya kita mengutamakan jam kerja. Pelayanan pagi hari lebih ramai daripada yang malam,” ujar Raharjo.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Salah Satu SPBU Di Jogja menerapkan kebijakan penjualan Pertalite lebih diutamakan pada pagi hari. Pelayanan pembelian Pertalite di SPBU tersebut dibuka mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB.

Pihak SPBU juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan BBM secara umum disebut masih mencukupi sesuai alokasi kuota dari Pertamina. (Aga)

Berita Terkait

Banjir Nepal akibat Keruntuhan Gletser, Pakar UMY: Alarm Dampak Perubahan Iklim
Bukan Sekadar Pesta Kopi, Jogja Coffee Week 2026 Hadirkan AI, Robot, dan Digital Human
Jogja Coffee Week 2026 Digelar, Pemkot Yogyakarta Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Kopi
Jogja Coffee Week 2026 Dibuka, Industri Kopi dan UMKM Bertemu di 197 Booth
8 WNI Diduga Direkrut Militer Rusia, Pakar UMY Soroti Modus Lowongan Kerja dan Status Hukumnya
Klowor Waldiyono Bawa Penonton Menyelami Perjalanan Batin lewat “Bentang Jiwa”
Halal Fest 2026 Perkuat Ekosistem Halal dan Buka Ruang bagi UMKM Yogyakarta
Kemenag Yogyakarta Gelar STQH 2026, Ratusan Kafilah Berebut Tiket ke Tingkat Selanjutnya

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:18 WIB

Banjir Nepal akibat Keruntuhan Gletser, Pakar UMY: Alarm Dampak Perubahan Iklim

Sabtu, 5 September 2026 - 09:10 WIB

Bukan Sekadar Pesta Kopi, Jogja Coffee Week 2026 Hadirkan AI, Robot, dan Digital Human

Jumat, 4 September 2026 - 16:53 WIB

Jogja Coffee Week 2026 Digelar, Pemkot Yogyakarta Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Kopi

Jumat, 4 September 2026 - 16:19 WIB

Jogja Coffee Week 2026 Dibuka, Industri Kopi dan UMKM Bertemu di 197 Booth

Jumat, 4 September 2026 - 10:13 WIB

8 WNI Diduga Direkrut Militer Rusia, Pakar UMY Soroti Modus Lowongan Kerja dan Status Hukumnya

Berita Terbaru