JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Rangkaian Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Kota Yogyakarta 2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan dan seleksi generasi Qurani, tetapi juga diramaikan dengan pelaksanaan Halal Fest 2026.
Kegiatan Halal Fest tersebut merupakan hasil kolaborasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat ekosistem halal sekaligus memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Sebanyak 20 booth disiapkan dalam Halal Fest 2026 dan diperuntukkan bagi pelaku UMKM Kota Yogyakarta yang telah memiliki sertifikat halal.
Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., mengatakan penyelenggaraan Halal Fest diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap rangkaian STQH, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem halal di Kota Yogyakarta.
“Selain untuk membentuk ekosistem halal yang ada di Kota Yogyakarta, paling tidak ini juga bisa menjadi semacam kampanye produk halal. Ini juga dapat membantu sektor lainnya, seperti pariwisata,” ujarnya saat jumpa pers dengan tema Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) dan Halal Fest 2026 di lantai 1 Ruang Rapat Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, Kamis (3/9/2026).
Ahmad Shidqi menilai kolaborasi antara Kemenag, Pemerintah Kota Yogyakarta, BPJPH, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis halal di daerah.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Abmi, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BPJPH dalam rangkaian STQH dan Halal Fest 2026.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang telah mengajak BPJPH mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta dan BAZNAS yang telah mengajak dan mengundang kami untuk hadir di acara STQH dan mengambil bagian dalam kegiatan ini, yaitu Halal Fest,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan Halal Fest yang dipadukan dengan STQH menjadi momentum yang menarik dalam memperkenalkan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya produk halal.
“Halal Festival ini mungkin yang pertama di Indonesia yang bergabung dengan STQH,” katanya.
Abmi menjelaskan, BPJPH merupakan badan yang ditugaskan pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan produk halal, termasuk dalam proses sertifikasi halal. Menurutnya, isu halal saat ini telah berkembang tidak hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan ekonomi global.
“Halal saat ini bukan lagi hanya masalah agama, tetapi halal sendiri sudah menjadi tren ekonomi dunia,” jelasnya.
Karena itu, momentum Halal Fest dinilai menjadi kesempatan strategis untuk mendorong semakin banyak pelaku UMKM di Kota Yogyakarta memiliki sertifikasi halal.
“Kegiatan ini sangat baik bagi para pelaku UMKM yang ada di Kota Yogyakarta dalam upaya untuk mempercepat sertifikasi halal UMKM yang ada di Kota Yogyakarta,” tambahnya.
Melalui Halal Fest 2026, masyarakat tidak hanya dapat menyaksikan rangkaian kegiatan STQH, tetapi juga mengenal dan mendukung produk-produk UMKM lokal yang telah memenuhi ketentuan jaminan produk halal.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem halal yang semakin berkembang di Kota Yogyakarta. Selain mendukung sektor UMKM, penguatan ekosistem halal juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor lain, termasuk pariwisata dan perekonomian daerah. (Aga)






