JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman menyosialisasikan peningkatan Jalan Anggajaya 2 Paket 12, mengajak warga mengawal pembangunan berkualitas demi meningkatkan pelayanan publik berkelanjutan bersama.
Sosialisasi berlangsung di Rumah Dukuh Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Depok, Selasa, setelah lokasi sebelumnya dipindahkan karena agenda kedinasan lain berlangsung bersamaan disana.
Kegiatan dihadiri DPRD Sleman, Panewu Depok, DPUPKP, pemerintah kalurahan, aparat keamanan, penyedia jasa, konsultan pengawas, tokoh masyarakat, serta warga sekitar lokasi.
Pemerintah menjelaskan sosialisasi bertujuan memberikan informasi terbuka sekaligus membangun komunikasi antara pelaksana proyek, pemerintah, dan masyarakat terdampak selama pembangunan berlangsung bersama.
Plt Lurah Condongcatur Budi Arto menegaskan sosialisasi menjadi wujud keterbukaan pemerintah kepada masyarakat sebelum pekerjaan fisik dimulai secara menyeluruh dan transparan.
“Kami ingin seluruh warga mengetahui tujuan pembangunan, tahapan pelaksanaan, jadwal pekerjaan, serta dampak sementara selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Budi Arto kepada peserta.
Ia berharap masyarakat mendukung pelaksanaan proyek dengan menjaga ketertiban sekaligus mengawasi pekerjaan agar berjalan sesuai rencana, tepat mutu, tepat waktu, dan bermanfaat.
”Kami berharap masyarakat memberikan dukungan, menjaga ketertiban, serta ikut mengawasi agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” tegasnya kepada seluruh warga.
Panewu Depok Rakhmat Harinawan mengapresiasi sinergi pemerintah, DPRD, kalurahan, pelaksana proyek, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis wilayah Depok secara berkelanjutan bersama.
“Pembangunan infrastruktur akan optimal apabila didukung komunikasi yang baik antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat,” kata Rakhmat Harinawan dalam sambutannya tersebut.
Rakhmat mengajak masyarakat mematuhi pengaturan lalu lintas serta menyampaikan aspirasi melalui jalur komunikasi resmi apabila muncul kendala selama pekerjaan berlangsung di lapangan.
“Mari jadikan pembangunan ini sebagai upaya bersama meningkatkan pelayanan publik. Bersabar menghadapi dampak sementara demi manfaat lebih besar,” tambah Rakhmat Harinawan optimistis.
DPUPKP Sleman melalui Aditya Al Fajar menjelaskan sosialisasi menjadi tahapan penting agar masyarakat memahami lokasi, jadwal, pekerjaan, hingga pengaturan lalu lintas proyek.
“Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Komunikasi dengan masyarakat terus dibangun agar setiap kendala segera memperoleh solusi bersama,” ujar Aditya Al Fajar.
Proyek bernilai Rp2,47 miliar mencakup drainase, U-Ditch, beton, pengaspalan, marka, rambu, bahu jalan, sepanjang 1,05 kilometer hingga akhir Oktober 2026.
Pemerintah berharap sinergi seluruh pihak menghasilkan infrastruktur aman, nyaman, transparan, tepat sasaran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik semakin berkualitas berkelanjutan.(Ady)






