Geopix: Hasil Penelitian Terbaru Ungkap Populasi Orangutan Sumatera Tinggal 11.694 Individu

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM,‎SLEMAN – Geopix menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap penurunan populasi orangutan Sumatera berdasarkan penelitian ilmiah terbaru Kementerian Kehutanan yang dinilai sangat kredibel terpercaya.

Penelitian komprehensif tersebut melibatkan pejabat Kementerian Kehutanan dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi tinggi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademis sepenuhnya.

Hasil penelitian menunjukkan populasi Orangutan Sumatera kini diperkirakan hanya tersisa 11.694 individu, turun sekitar 19,5 persen dibandingkan tahun 2011 secara signifikan.

Penelitian juga mencatat populasi Orangutan Tapanuli diperkirakan tinggal 716 individu.

“Jumlah tersebut sangat rentan terhadap kepunahan,” tegas Geopix dalam keterangannya resmi.

Temuan lainnya memperlihatkan sekitar 82 persen populasi orangutan berada di kawasan konservasi, sedangkan sekitar 2.200 individu hidup di luar perlindungan memadai.

Geopix menilai kondisi tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera memperkuat perlindungan habitat orangutan.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menegaskan, “Informasi ilmiah ini merupakan alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pelaku usaha terkait.”

Annisa menyoroti lanskap Batang Toru sebagai habitat Orangutan Tapanuli yang memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap gangguan serta fragmentasi habitat berkepanjangan serius.

“Bencana yang terjadi di Batang Toru harus menjadi pengingat penting mengenai perlindungan kawasan tersebut,” ujar Annisa menegaskan perlunya langkah nyata segera, Senin (20/7/2026).

Penelitian juga mengungkap bentang alam Leuser kehilangan sekitar 2.000 orangutan selama lebih satu dekade akibat berbagai ancaman serius terhadap kelestarian habitat.

Kasus repatriasi orangutan dari Thailand serta penurunan populasi drastis di Rawa Tripa dan Batu Ardan memperlihatkan perburuan ilegal masih terus terjadi.

Annisa menegaskan, “Pemerintah harus memastikan koridor ekologis orangutan tetap terhubung melalui perlindungan dan pemulihan hutan-hutan yang tersisa secara berkelanjutan.”

Ia menambahkan, “Pengawasan, penegakan hukum terhadap perburuan, perdagangan ilegal, serta penanganan konflik manusia-orangutan harus diperkuat tanpa kompromi lagi sekarang.”

Menurut Annisa, kehilangan satu individu Orangutan Tapanuli saja dapat membawa konsekuensi besar terhadap keberlangsungan populasi karena jumlahnya sudah sangat sedikit sekali.

“Tidak ada lagi toleransi terhadap perusakan habitat, eksploitasi, maupun aktivitas yang meningkatkan risiko berkurangnya populasi orangutan,” tegas Annisa dengan keras.

Geopix juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kehutanan dalam penelitian tersebut. “Ini menjadi tolok ukur penting evaluasi konservasi satwa liar Indonesia,” katanya lagi.

Menutup pernyataannya, Annisa menegaskan, “Enough is enough. Sudah cukup perusakan dan perdebatan. Kita harus bertindak sekarang atau orangutan punah lebih cepat.”

Berita Terkait

AKSARA 2026 Dorong Kreativitas Mahasiswa melalui Pameran dan Kolaborasi Arsitektur
‎Candrani Yulis Tembus Lyon Biennale Lewat Pameran Passage Menginspirasi
Korban Tenggelam di Sungai Oya Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Selasa Pagi
Kuliah di Yogyakarta? Kenali Filosofi Hidup Warisan Keraton Sejak Dini
IELC UWM Resmi Beroperasi, Buka Peluang Studi dan Karier Internasional bagi Generasi Muda
Susanto Dwi Antoro Kobarkan Semangat Merti Kampung Celeban Budaya
Belly Angling Contessa Pukau Inacraft Lewat Ecoprint Ramah Lingkungan Berkelas
Ratusan Relawan Bersihkan Kali Buntung Gempol, Gaungkan Semangat Pelestarian Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:47 WIB

AKSARA 2026 Dorong Kreativitas Mahasiswa melalui Pameran dan Kolaborasi Arsitektur

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:31 WIB

‎Candrani Yulis Tembus Lyon Biennale Lewat Pameran Passage Menginspirasi

Senin, 20 Juli 2026 - 17:00 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Oya Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Selasa Pagi

Senin, 20 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kuliah di Yogyakarta? Kenali Filosofi Hidup Warisan Keraton Sejak Dini

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

IELC UWM Resmi Beroperasi, Buka Peluang Studi dan Karier Internasional bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB