Ratusan Mahasiswa Gelar Tapa Pepe, Desak Evaluasi Total Kebijakan Pemerintah Nasional

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menggelar aksi unik bertajuk tapa pepe di Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Senin (22/6/2026).
‎
Di bawah terik matahari, mereka duduk berjam-jam sebagai simbol penyampaian aspirasi kepada pemerintah. Aksi ini menyedot perhatian masyarakat karena memadukan tradisi budaya Jawa dengan gerakan penyampaian kritik terhadap kebijakan publik.
‎
Koordinator aksi, Ahsan Taqwim, mengatakan pemilihan metode tapa pepe bukan sekadar aksi simbolik.
‎
“Tradisi ini sejak masa Sri Sultan Hamengkubuwono II dan III menjadi cara rakyat kecil menyampaikan keluhan kepada penguasa. Kami ingin menghidupkan kembali nilai itu sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai,” ujarnya.
‎
Ia menegaskan aksi tersebut merupakan ajakan agar pemerintah lebih terbuka mendengar suara masyarakat.
‎
Aksi diikuti kader IMM dan IPM dari berbagai kampus, seperti UMY, UAD, UNY, UGM, Universitas Cokroaminoto, hingga UPN Veteran Yogyakarta.
‎
Dalam kesempatan itu, massa menyampaikan lima tuntutan utama yang dinilai berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi, demokrasi, hingga tata kelola pemerintahan.
‎
“Kami berharap suara ini menjadi bahan evaluasi pemerintah demi kepentingan rakyat,” kata Ahsan.
‎
Tuntutan pertama adalah evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mahasiswa meminta pemerintah mengkaji ulang regulasi, tata kelola, mekanisme pelaksanaan, hingga distribusi program tersebut.
‎
“Program yang menggunakan anggaran besar harus benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegas Ahsan.
‎
Mereka juga meminta peninjauan ulang terhadap alokasi anggaran Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar lebih efektif dan sesuai prioritas kebutuhan publik.
‎
Selain itu, massa aksi menyoroti penempatan aparat militer di sektor sipil. Mereka menilai pemisahan fungsi sipil dan militer harus tetap dijaga sebagai bagian dari prinsip demokrasi.
‎
“Kami ingin tata kelola pemerintahan berjalan sesuai koridor demokrasi dan supremasi sipil,” ungkap Ahsan di hadapan peserta aksi.
‎
Mahasiswa juga mendesak pemerintah menata ulang prioritas APBN dengan memperbesar anggaran pendidikan, penciptaan lapangan kerja, serta perlindungan sosial.
‎
Mereka turut mendorong reformasi ekonomi yang lebih berkeadilan melalui kebijakan yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta memperkuat nilai tukar rupiah.
‎
“Kebijakan ekonomi harus berpihak kepada masyarakat luas, bukan hanya mengejar angka pertumbuhan,” ujarnya.
‎
Pada tuntutan terakhir, massa meminta penguatan demokrasi dan ruang partisipasi publik.
‎
Mereka berharap pemerintah menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat secara damai, termasuk di media sosial, serta membuka ruang pelibatan publik dalam penyusunan hingga pengawasan kebijakan.
‎
“Partisipasi masyarakat adalah fondasi pembangunan bangsa. Kami berharap pemerintah mendengar dan menjadikan aspirasi ini sebagai bahan evaluasi,” pungkas Ahsan.
‎
Sepanjang aksi berlangsung, demonstrasi berjalan tertib, damai, dan mendapat perhatian warga yang melintas di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.(WAW)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB