Hari Kesehatan Dunia, Ibu-Ibu Aisyiyah Bergerak Cegah Penyakit Kronis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Peringatan Hari Kesehatan dan Kesejahteraan Dunia yang jatuh setiap 31 Mei dimanfaatkan puluhan ibu anggota Aisyiyah Nogotirto, Gamping, Sleman, untuk memperkuat kesadaran menjaga kesehatan melalui penyuluhan mengenai diabetes melitus dan hipertensi.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata menghadapi meningkatnya ancaman penyakit kronis tidak menular di masyarakat.

Narasumber kegiatan, dr. Oryzati Hilman, MSc.CMFM, PhD, Sp.DLP, Sp.KKLP, mengingatkan bahwa diabetes dan hipertensi kerap berkembang tanpa gejala yang jelas.

“Orang sering merasa sehat karena tidak merasakan sakit apa-apa. Padahal tekanan darahnya sudah tinggi atau kadar gula darahnya sudah tidak normal.

‎”Ketika diketahui, kadang sudah terjadi gangguan pada jantung, ginjal, mata, bahkan pembuluh darah,” ujarnya.

Menurut Oryzati, perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus penyakit kronis.

“Konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak, kebiasaan kurang bergerak, serta tingginya tingkat stres menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ancaman penyakit tersebut kini tidak lagi hanya menyasar kelompok usia lanjut.

‎“Kalau dulu banyak dianggap penyakit orang tua, sekarang tidak lagi. Anak muda bahkan usia produktif sudah banyak yang mengalami hipertensi maupun diabetes karena pola makan dan aktivitas fisiknya tidak terjaga,” ungkap Oryzati.

Ia menambahkan, kesadaran menjalani pola hidup sehat menjadi benteng utama untuk mencegah munculnya berbagai penyakit kronis.

Lebih lanjut, Oryzati menekankan pentingnya langkah-langkah sederhana seperti mengurangi minuman manis, membatasi makanan tinggi garam, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, berolahraga secara teratur, serta menjaga berat badan ideal.

“Jangan menunggu sakit. Periksa tekanan darah dan gula darah secara rutin. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan penyakit dan mencegah komplikasi,” jelasnya.

Koordinator Program Pengabdian Masyarakat UMY, apt. Sri Tasminatun, S.Si., M.Si., mengatakan kegiatan ini bertujuan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.

“Kami berharap masyarakat semakin mandiri menjaga kesehatan melalui perubahan pola pikir dan tindakan sehari-hari. Kesehatan harus dijaga sejak dini, bukan setelah sakit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan lima alat tensimeter dan satu alat pemeriksaan gula darah kepada kader kesehatan guna mendukung pemantauan kesehatan warga secara rutin.(ady)

Berita Terkait

Kecelakaan Lalu Lintas Libatkan Sepeda Motor dan Mobil di Yogyakarta
Lewat “Bersama Sang Garuda”, Quinn Salman Tebarkan Inspirasi tentang Mimpi dan Kebersamaan
Topo Bisu Suporter PSIM, Desak Mandala Krida Dibuka
Mahasiswa Guncang Forum Pancasila UGM, Pejabat Didesak Bertanggungjawab
Budiman Sudjatmiko Sesalkan Dialog Mahasiswa di UGM Terhenti Mendadak
Enam Tahun Mengabdi, Al-Ma’mun Bergerak Rawat Yatim dan Dhuafa
Mas Marrel Bongkar Alasan Kraton Tutup Alun-Alun Utara Yogyakarta
‎Al-Maun Bergerak Nyata, Santuni Yatim Dhuafa Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:50 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas Libatkan Sepeda Motor dan Mobil di Yogyakarta

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:28 WIB

Lewat “Bersama Sang Garuda”, Quinn Salman Tebarkan Inspirasi tentang Mimpi dan Kebersamaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:25 WIB

Topo Bisu Suporter PSIM, Desak Mandala Krida Dibuka

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa Guncang Forum Pancasila UGM, Pejabat Didesak Bertanggungjawab

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:09 WIB

Budiman Sudjatmiko Sesalkan Dialog Mahasiswa di UGM Terhenti Mendadak

Berita Terbaru

Yogyakarta

Seminar Nasional ISI Yogyakarta Bahas Dialektika Seni dan AI

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:30 WIB