Lampung Bidik Posisi Pionir Nasional dalam Pengelolaan Sampah dan Energi Terbarukan

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung — Provinsi Lampung resmi menjadi pilot project nasional dalam pengembangan ekosistem ekonomi hijau melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah dan energi terbarukan.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Direktur Utama PT. Nusantara Plastik Energi, Muhammad Dani SM Rabbani, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/6/2026).

Langkah kolaboratif ini menjadi strategi konkret Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah terintegrasi sekaligus memacu pertumbuhan industri berbasis energi bersih. Melalui kemitraan ini, Lampung akan mengadopsi standar pengelolaan sampah yang telah teruji di Eropa selama lebih dari 30 tahun guna menciptakan model pengelolaan sampah nasional yang berkelanjutan.

Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan berbagai sektor strategis, antara lain :

1. Pembangunan fasilitas waste-to-energy yang mampu mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi;
2. Produksi bahan bakar biomassa (biomass fuel);
3. Pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga air skala kecil (micro hydro).

Pada tahap awal, investasi sebesar 25 juta Euro disiapkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah plastik berkapasitas 15.000 ton per tahun yang akan menyerap 40 tenaga kerja lokal. Teknologi modular yang diterapkan memungkinkan fasilitas ini untuk terus berkembang hingga mencapai kapasitas pengolahan 200.000 ton sampah per tahun.

Produk turunan dari proses ini nantinya tidak hanya menjawab persoalan volume sampah, tetapi juga menghasilkan komoditas bernilai tambah seperti minyak pirolisis, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga potensi pendapatan tambahan melalui skema kredit karbon.

Pemilihan Lampung sebagai lokasi proyek percontohan didasarkan pada posisi strategis dan kesiapan dukungan pemerintah daerah dalam transformasi menuju kawasan industri hijau. Upaya ini ditegaskan sebagai akselerasi nyata Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ketahanan energi daerah sekaligus mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berdaya saing global.

Sumber : Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Berita Terkait

Gubernur Lampung: Bandar Lampung Expo Jadi Etalase Potensi Daerah dan Penguatan Ekonomi
Jihan Nurlela Pastikan Pembangunan Jalan Wates–Metro Rampung Sesuai Target
Gubernur Lampung Awasi Langsung Progres Perbaikan Jalan Gunung Sugih–Kota Gajah
DPRD Lampung Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Soroti Akuntabilitas Anggaran
Hadiri HUT ke-19 Pesawaran, Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah
Pemprov Lampung Dukung Transformasi Koperasi Modern untuk Perkuat Daya Saing Daerah
Pemprov Lampung Catat SiLPA Rp98,28 Miliar dalam Pertanggungjawaban APBD 2025
Rapat TP2TB, Wagub Lampung Tekankan Penguatan Strategi Penanggulangan TBC di Tubaba

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:55 WIB

Gubernur Lampung: Bandar Lampung Expo Jadi Etalase Potensi Daerah dan Penguatan Ekonomi

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:00 WIB

Jihan Nurlela Pastikan Pembangunan Jalan Wates–Metro Rampung Sesuai Target

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Awasi Langsung Progres Perbaikan Jalan Gunung Sugih–Kota Gajah

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:00 WIB

DPRD Lampung Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi Soroti Akuntabilitas Anggaran

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:27 WIB

Hadiri HUT ke-19 Pesawaran, Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Berita Terbaru

Jakarta

Menakar Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Turbulensi Global

Sabtu, 18 Jul 2026 - 18:01 WIB