‎Mukernas Arimatea Perkuat Mualaf, Rajut Toleransi dan Persaudaraan Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Forum Arimatea menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) mulai Sabtu (30/5/2026) sebagai langkah strategis memperkuat pendampingan mualaf di berbagai daerah sekaligus mempererat dialog lintas agama.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kota di Indonesia, mulai dari Makassar, Medan, Jakarta, Malang, Salatiga, Bali, Yogyakarta hingga Gunungkidul.

Ketua Umum Forum Arimatea, Yayat Hidayat, mengatakan tantangan yang dihadapi para mualaf saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kadang dalam proses hijrahnya ada berbagai persoalan yang dihadapi. Karena itu kami menyediakan rumah singgah sebagai tempat pendampingan dan penguatan bagi para mualaf,” ujar Yayat.

Menurut Yayat, Forum Arimatea saat ini membina sekitar 700 mualaf di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Jumlah terbesar berada di Kulonprogo, selain kelompok binaan yang tersebar di sejumlah wilayah lain seperti Margodadi dan Seyegan,” katanya.

Ia menegaskan pembinaan tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi para mualaf.

“Forum Arimatea memberikan konseling, bantuan sosial, pelatihan keterampilan hingga program pemberdayaan ekonomi agar para mualaf bisa lebih mandiri,” jelas Yayat.

Ia menambahkan keberadaan rumah singgah menjadi ruang aman bagi para mualaf yang sedang beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan baru mereka.
‎Selain fokus pada pembinaan mualaf,

Forum Arimatea juga aktif mengembangkan dialog lintas agama sebagai sarana memperkuat kerukunan.

“Kami ingin menghadirkan wajah dakwah yang lebih santun, menyejukkan, dan membawa hikmah. Karena itu dialog lintas agama terus kami lakukan agar tercipta saling menghormati dan menghargai,” tegasnya.

Yayat juga menyoroti meningkatnya fenomena agnostik di kalangan masyarakat.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus direspons dengan pendekatan edukatif dan dialogis.

“Pendekatan yang mengedepankan dialog, pemahaman, dan penghormatan terhadap sesama menjadi sangat penting dalam menghadapi perkembangan sosial yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Hari pertama Mukernas digelar di Kasihan, Bantul, sedangkan hari kedua diisi pelatihan pertanian di Seyegan, Sleman, dengan menghadirkan narasumber ahli.

Menariknya, pelatihan tersebut melibatkan peserta dari berbagai latar belakang agama.

“Kami berharap Forum Arimatea terus menjadi rumah pembinaan bagi para mualaf sekaligus jembatan yang memperkuat persaudaraan, toleransi, dan harmoni antar umat beragama,” pungkas Yayat. (and)

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Langkat Gelar Sugiat Santoso Cup, Dorong Semangat Sportivitas Sambut HUT RI
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
‎FJI Desak Aparat Usut Dugaan Tukar Hafalan Dengan Miras
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Langkat Gelar Sugiat Santoso Cup, Dorong Semangat Sportivitas Sambut HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:12 WIB

‎FJI Desak Aparat Usut Dugaan Tukar Hafalan Dengan Miras

Berita Terbaru