Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya UMKM Masuk Pasar Digital dan Algoritma Kekinian

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Lombok – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya terobosan konkret dari setiap kepala daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui percepatan digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, percepatan digitalisasi UMKM menjadi langkah strategis agar produk lokal tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas serta selaras dengan pola konsumsi generasi masa kini.

“Tinggal bagaimana caranya kita penetrasi masuk ke algoritma kekinian melalui digital marketing, meminta anak-anak muda melakukan inovasi, berkreasi supaya bisa masuk pasar mereka,” ujarnya dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026 yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, NTB, Selasa (19/5/2026).

Lebih lanjut, Bima Arya menjelaskan bahwa penguatan sektor UMKM memerlukan dukungan inovasi yang terpadu, terutama untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi para pelaku usaha.

Ia menjabarkan, sejumlah tantangan tersebut meliputi keterbatasan teknologi produksi yang masih konvensional serta lemahnya kapasitas manajerial dalam pengelolaan usaha, termasuk dalam memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kepala daerah bersama seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) harus mampu menghadirkan strategi inovatif guna memperkuat basis ekonomi lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Salah satu tugas utama dari kepala daerah beserta jajaran pemerintah daerah adalah berpikir keras melakukan inovasi untuk menggenjot PAD dan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, Bima juga menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing. Menurutnya, kolaborasi antara Pemda, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta komunitas lokal penting dilakukan untuk mengkurasi produk unggulan agar memiliki karakteristik khas, kualitas yang terjaga, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun digital.

Bima juga menyampaikan optimismenya terhadap besarnya potensi lokal yang dimiliki wilayah NTB, khususnya Lombok. Menurutnya, kekayaan produk daerah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung strategi pemasaran yang tepat dan inovatif.

“Di NTB, di Lombok ini saya melihat potensinya besar ya, bukan saja kain-kain begitu ya, tetapi banyak produk-produk kuliner juga yang harusnya bisa bersaing,” pungkasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Sidang Ungkap Korban Miliki Riwayat Tumor Otak, Tim Hukum Sebut Kematian Murni Medis
Kasatgas Tito Apresiasi Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh
Hadapi Tantangan Masa Depan, Kemendagri Matangkan Desain Besar Penataan Daerah
Sumatera Masuki Fase Pemulihan Permanen Usai Terbitnya Renduk Pascabencana
Musisi hingga Kreator Konten Tak Dapat PPh Final 0,5%, Kemenekraf Siap Berkoordinasi
Kementerian Ekraf Lepas Delegasi Indonesia ke Cannes Lions 2026
Mendagri Beberkan Langkah Penataan PPPK di Daerah Saat Rapat Bersama DPR RI
Mendagri Tito Jamin Tidak Ada Pemberhentian Massal PPPK dan Honorer

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:12 WIB

Sidang Ungkap Korban Miliki Riwayat Tumor Otak, Tim Hukum Sebut Kematian Murni Medis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:13 WIB

Kasatgas Tito Apresiasi Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:26 WIB

Hadapi Tantangan Masa Depan, Kemendagri Matangkan Desain Besar Penataan Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Sumatera Masuki Fase Pemulihan Permanen Usai Terbitnya Renduk Pascabencana

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:21 WIB

Musisi hingga Kreator Konten Tak Dapat PPh Final 0,5%, Kemenekraf Siap Berkoordinasi

Berita Terbaru