JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Masjid Nurul Hidayah Kayen saat pelaksanaan program “Jumat Berkah”, Jumat (15/5/2026).
Ratusan jamaah Salat Jumat tampak antusias menikmati sajian bakso hangat dan teh manis gratis yang disiapkan takmir masjid usai ibadah.
Kegiatan sosial rutin tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan nuansa kekeluargaan di tengah masyarakat.
Koordinator Petugas Jumat Berkah (PJB) Masjid NHK, Dasiyem, mengatakan menu pada Jumat pekan ketiga Mei 2026 disiapkan oleh Kelompok Sedekah Jumat Minggu ke-3.
Ia menyebut antusiasme jamaah terus meningkat setiap pekannya.
“Kali ini giliran Kelompok Sedekah Jumat Minggu ke-3 yang menyiapkan hidangan. Menunya bakso dan teh manis. Alhamdulillah jamaah antusias,” ujarnya.
Menurut Dasiyem, program Jumat Berkah telah menjadi agenda tetap yang dijalankan secara bergilir oleh kelompok sedekah jamaah.
Takmir membagi pelaksana sedekah ke dalam empat kelompok berdasarkan pekan Jumat. Sementara pada Jumat pekan ke-5, kebutuhan konsumsi ditanggung langsung oleh takmir masjid.
“Sistem bergilir ini membuat jamaah merasa ikut memiliki program masjid dan semangat berbagi terus tumbuh,” katanya.
Tak hanya menghadirkan makanan gratis, program tersebut juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Dalam pelaksanaannya, kebutuhan konsumsi sekitar 150 hingga 250 porsi kerap melibatkan pedagang dan pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar masjid.
Beragam menu seperti soto, gudeg, nasi bungkus hingga makanan rumahan disajikan secara bergantian agar jamaah tidak bosan.
Humas Masjid NHK, Wasana, mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan budaya sedekah di tengah masyarakat.
Ia mengajak jamaah terus menjaga tradisi berbagi dan kebersamaan selepas Salat Jumat.
“Monggo, mari perbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama. Setiap Jumat kami tunggu kehadiran dan kebersamaan bapak ibu semua,” katanya.
Program Jumat Berkah di Masjid Nurul Hidayah Kayen pun menjadi contoh nyata praktik filantropi berbasis masjid yang konsisten dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individualistis, kegiatan sederhana seperti makan bersama selepas ibadah dinilai mampu menghadirkan rasa kepedulian, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kehangatan sosial antar warga. (adr)






