Vatikan dan Muhammadiyah Siapkan MoU Perdamaian Lintas Agama Internasional

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Dikasteri Dialog Antaragama Vatikan (Prefect of the Dicastery for Interreligious Dialogue), sepakat mendorong koalisi organisasi keagamaan lintas tradisi untuk menghentikan economic war atau “perang ekonomi”. Perang tersebut dinilai telah memicu krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Vatikan, Roma, Italia, pada 5 Mei 2026.

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., mengungkapkan hal tersebut di kampus UMY pada Senin (11/5). Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan koalisi organisasi keagamaan adalah kerja sama terstruktur antara Muhammadiyah, Vatikan, dan institusi keagamaan internasional lainnya dalam bentuk advokasi bersama, penyampaian pesan perdamaian, serta aksi kemanusiaan nyata di lapangan.

Menurut Nurmandi, Kardinal Koovakad secara langsung menyampaikan keprihatinan Vatikan terhadap kondisi geopolitik global yang terus memburuk. Beberapa faktor yang menjadi perhatian ialah melemahnya otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pengabaian hukum internasional, serta tindakan sejumlah negara adidaya yang dinilai merugikan negara-negara yang lebih lemah secara militer maupun ekonomi.

“Kardinal menyampaikan perlunya gerakan bersama untuk menghentikan perang ekonomi di seluruh belahan dunia yang menimbulkan penderitaan umat manusia, termasuk anak-anak dan perempuan,” ujar Nurmandi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Rev. Fr. Markus Solo, S.V.D., Sekretaris Dicastery for Interreligious Dialogue yang merupakan pastor asal Flores, Indonesia. Kehadiran Markus Solo dinilai menjadi jembatan komunikasi penting karena latar belakangnya sebagai warga negara Indonesia yang memahami konteks keislaman di Tanah Air.

Sebagai tindak lanjut konkret, Muhammadiyah dan Vatikan sepakat membentuk tim perumus yang terdiri atas lima orang dari pihak Muhammadiyah untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU). Dokumen tersebut akan menjadi payung bagi berbagai program bersama lintas negara yang berlandaskan Deklarasi Istiqlal 2024 dengan dua agenda utama, yakni humanisasi dan pendidikan.

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan yang pertama secara formal antara Negara Vatikan dan organisasi Islam di Indonesia. Menurutnya, meskipun Vatikan selama ini telah menjalin hubungan dengan berbagai organisasi keagamaan di dunia, hubungan formal dengan organisasi masyarakat Islam Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Ini merupakan bentuk antara Negara Vatikan dan organisasi Islam Muhammadiyah. Mungkin ini menjadi kerja sama pertama antara sebuah negara dengan institusi ormas Islam,” imbuh Bachtiar.

Ia menambahkan bahwa sebagai sebuah negara, Vatikan memiliki protokol diplomatik yang ketat. Karena itu, seluruh dokumen kerja sama nantinya akan melalui proses pemeriksaan administratif serta pertimbangan konsekuensi hukum dan kelembagaan bagi masing-masing pihak. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Pimpinan UMY Usulkan Kampus Jadi Mitra Kajian SPPG, Bukan Bangun Dapur
Bikkhu dari Thailand, Malaysia, dan Laos Akan Lintasi Yogyakarta Menuju Borobudur
Adu Banteng Jalan Veteran Yogyakarta, Pria Alami Luka Kepala Serius
Ombak Pantai Baru Terjang Perahu, 2 Selamat Satu Nelayan Masih Hilang
Bupati Sleman Hadiri Tahlilan, Warga Condongcatur Tersentuh Kepeduliannya
Ombak Pantai Baru Terjang Perahu, Satu Nelayan Masih Hilang
IFI dan UGM Satukan Mahasiswa Asia-Prancis Bahas Penerjemahan Global
Fakultas Hukum UWM Gencarkan Musyawarah, Warga Kasihan Antusias Berdiskusi

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:36 WIB

Pimpinan UMY Usulkan Kampus Jadi Mitra Kajian SPPG, Bukan Bangun Dapur

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:44 WIB

Bikkhu dari Thailand, Malaysia, dan Laos Akan Lintasi Yogyakarta Menuju Borobudur

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:18 WIB

Adu Banteng Jalan Veteran Yogyakarta, Pria Alami Luka Kepala Serius

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:14 WIB

Ombak Pantai Baru Terjang Perahu, 2 Selamat Satu Nelayan Masih Hilang

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:06 WIB

Bupati Sleman Hadiri Tahlilan, Warga Condongcatur Tersentuh Kepeduliannya

Berita Terbaru