Penyerahan Bantuan Keuangan Khusus Tandai Sinergi Daerah dalam Percepatan PRR Pascabencana Aceh

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyaksikan penyerahan Surat Pernyataan Kesediaan Memberikan Bantuan Keuangan Khusus oleh Pemerintah Kota Medan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, penyerahan juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Prosesi penyerahan tersebut menjadi rangkaian kegiatan Kasatgas Tito dalam menghadiri Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I di Ballroom Hotel Kyriad Muraya, Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4/2026). Di sisi lain, prosesi tersebut juga menandai komitmen daerah dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.

Seperti diketahui, sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto menetapkan kebijakan penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran (TA) 2026 untuk seluruh daerah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dengan besaran minimal sama dengan TA 2025, baik bagi daerah terdampak bencana maupun yang tidak. Kemudian, Mendagri menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.3/1084/SJ yang memuat anjuran bagi daerah yang tidak terdampak bencana di tiga provinsi tersebut untuk mendukung pemulihan pascabencana.

“Saya mengeluarkan surat edaran resmi, bukan untuk saya. Satu rupiah pun enggak akan untuk saya. Tapi semata-mata karena saya Kasatgas bisa melihat persoalan di semua daerah ini,” ujar Tito.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri per 20 April 2026, tercatat delapan daerah berkomitmen mengusulkan bantuan kepada daerah terdampak bencana di Aceh. Daerah tersebut antara lain Kota Medan yang menyampaikan bantuan keuangan sebesar Rp50 miliar kepada Kabupaten Aceh Tamiang. Kemudian, Kabupaten Deli Serdang mengusulkan bantuan sebesar Rp50 miliar kepada Kabupaten Aceh Timur.

Selanjutnya, Kabupaten Simalungun mengusulkan bantuan sebesar Rp30 miliar kepada Kabupaten Aceh Utara. Kabupaten Asahan mengusulkan bantuan sebesar Rp30 miliar kepada Kabupaten Bireuen. Serta Kabupaten Serdang Bedagai mengusulkan bantuan sebesar Rp25 miliar kepada Kabupaten Pidie Jaya.

Selain itu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengusulkan bantuan sebesar Rp25 miliar kepada Kabupaten Aceh Tengah. Kemudian, Kota Pematangsiantar mengusulkan bantuan sebesar Rp25 miliar kepada Kabupaten Bener Meriah. Serta Kabupaten Labuhanbatu mengusulkan bantuan sebesar Rp25 miliar kepada Kabupaten Gayo Lues.

“Terima kasih kepada seluruh kepala daerah, delapan kepala daerah yang menyumbangkan atau menghibahkan untuk kepala daerah [terdampak bencana di Aceh] yang betul-betul saya tahu mereka sulit,” tandasnya.

Usai menyaksikan penyerahan tersebut, Tito bertolak menuju Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Di masjid tersebut, Tito menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil operasional untuk Masjid Raya Baiturrahman. Tito berharap bantuan tersebut dapat membantu pelaksanaan operasionalisasi masjid yang merupakan jantung kehidupan masyarakat Aceh.

“Sekaligus juga saya meminta dukungan dari Masjid Baiturrahman agar tugas untuk pemulihan bencana bisa didoakan dipercepat, dan mendapat rida dari Allah Swt.,” tandas Tito.(LSI)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Kerja Sama PT Mitra Patriot dan ICN Dukung Penataan Kabel Terintegrasi di Kota Bekasi
Tito Karnavian Dorong Percepatan Pendataan Huntap bagi Penyintas Bencana Aceh
Kasus Kekerasan Meningkat, Tri Tito Karnavian Tekankan Peran Pelajar dalam Pencegahan
Pendataan Disabilitas Jadi Prioritas, Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Data dalam Perlindungan Hak Warga
Sinergi Forkopimda Ditekankan Mendagri untuk Hadapi Tantangan Ekonomi, Sosial, dan Bencana
Mendagri: Lebih dari 60 Persen Masyarakat Terdampak Biaya Hidup, Inflasi Harus Dikendalikan
Pengelolaan Kota Harus Terencana, Mendagri Wanti-Wanti Dampak Urbanisasi
Pemda Diminta Tak Bergantung pada APBD, Kemendagri Dorong Skema Pembiayaan Alternatif

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:49 WIB

Kerja Sama PT Mitra Patriot dan ICN Dukung Penataan Kabel Terintegrasi di Kota Bekasi

Selasa, 21 April 2026 - 08:41 WIB

Tito Karnavian Dorong Percepatan Pendataan Huntap bagi Penyintas Bencana Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 08:34 WIB

Kasus Kekerasan Meningkat, Tri Tito Karnavian Tekankan Peran Pelajar dalam Pencegahan

Selasa, 21 April 2026 - 08:26 WIB

Pendataan Disabilitas Jadi Prioritas, Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Data dalam Perlindungan Hak Warga

Selasa, 21 April 2026 - 08:07 WIB

Sinergi Forkopimda Ditekankan Mendagri untuk Hadapi Tantangan Ekonomi, Sosial, dan Bencana

Berita Terbaru

Jogja

Sepak Bola Satukan Dosen Mahasiswa UMY, Kampus Makin Dekat

Selasa, 21 Apr 2026 - 10:58 WIB

Jogja

Tennis Room Package Loman Park Hotel Ajak Tamu Aktif

Selasa, 21 Apr 2026 - 09:40 WIB