Pengelolaan Kota Harus Terencana, Mendagri Wanti-Wanti Dampak Urbanisasi

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Banda Aceh — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya pengelolaan perkotaan yang terencana dan berkelanjutan di tengah arus urbanisasi yang terus meningkat. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan kota tetap produktif, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4/2026).

Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa kota saat ini menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus titik paling rentan terhadap berbagai persoalan sosial. “Kalau tidak dikelola dengan baik, mereka akan menjadi korban. Pendidikan tidak cukup, tidak mampu bersaing, akhirnya bisa masuk ke kejahatan,” tegas Mendagri.

Ia menjelaskan, fenomena urbanisasi yang tidak terkendali akan memicu berbagai masalah seperti kawasan kumuh (slum area), meningkatnya kriminalitas, hingga tekanan biaya hidup yang tinggi di kota.

Secara tidak langsung, Mendagri menggambarkan bahwa peran kota di Indonesia sangat strategis karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan tempat tinggal mayoritas penduduk. Bahkan, ia menyinggung pengalaman negara maju seperti Jepang yang mengalami dampak serius akibat urbanisasi ekstrem.

Menurutnya, jika pembangunan kota tidak dirancang dengan baik, maka efek jangka panjangnya bisa sangat berat, mulai dari mahalnya biaya hidup hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya tata ruang kota yang disiplin.

“Kota yang bagus adalah kota yang memiliki desain. Bukan kota yang tumbuh semaunya,” ujarnya.

Mendagri juga mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak konsisten, terutama perubahan ruang hijau menjadi kawasan komersial, akan berdampak langsung pada bencana seperti banjir. Selain itu, ia menilai kota di Indonesia masih belum ramah terhadap pejalan kaki dan minim ruang terbuka hijau, padahal hal tersebut terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini, Mendagri mencontohkan praktik di negara lain seperti Singapura yang berhasil menekan biaya kesehatan melalui pembangunan ruang hijau dan fasilitas publik yang baik.

Menutup pesannya, Mendagri kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengendalikan pertumbuhan kota agar tidak menjadi sumber masalah baru. Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, kota bisa berubah dari pusat pertumbuhan menjadi pusat krisis.

Sebagai informasi, APEKSI merupakan wadah 98 pemerintah kota di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembangunan perkotaan. Kegiatan Raker Komwil I ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional APEKSI yang direncanakan digelar di Medan pada pertengahan 2026.

Selain itu, pemilihan Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah menjadi titik penting konsolidasi kebijakan perkotaan, terutama dalam menghadapi tantangan global dan domestik.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Wiyagus Tekankan Kepemimpinan Holistik dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah
DWP Kemendagri Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan
6 Bidang SPM Diperkuat, Ketua Umum TP Posyandu Dorong Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat
Tri Tito Karnavian Dorong Posyandu Tertib Registrasi demi Optimalisasi Pelayanan Masyarakat
Kunjungi Damkar Surakarta, Wamendagri Bima Arya Apresiasi Dedikasi Petugas dan Kepedulian Lingkungan
Wamendagri Wiyagus Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Perkuat Kinerja BUMD
Hadapi Peluang Green Jobs, Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja
Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Mendagri Tito Kawal Realisasi Anggaran K/L

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:51 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Kepemimpinan Holistik dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 16:30 WIB

DWP Kemendagri Hadir untuk Korban Gempa NTT, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan

Kamis, 3 September 2026 - 08:38 WIB

6 Bidang SPM Diperkuat, Ketua Umum TP Posyandu Dorong Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 08:34 WIB

Tri Tito Karnavian Dorong Posyandu Tertib Registrasi demi Optimalisasi Pelayanan Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 21:26 WIB

Kunjungi Damkar Surakarta, Wamendagri Bima Arya Apresiasi Dedikasi Petugas dan Kepedulian Lingkungan

Berita Terbaru