18 Dosen UMY Turun Tangan, Genjot Ekonomi Warga Bangunjiwo

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Bantul – Sebanyak 18 dosen yang terlibat antara lain King Faisal Sulaiman, Sri Rejeki Murtiningsih, Sakir Ridho Wijaya, Ali Maksum, Arie Kusuma Paksi, Hafiez Sofyani, M. Bahrul Ilmi, Sadam Fajar Shodiq, Mohamad Muhajir, Rafyoga Jehan Pratama Irsadanar, Syahruramdhani, Sutrisno Wibowo, Susilo Nur Aji Cokro Darsono, Endro Dwi Hatmanto, Nurwahyu Alamsyah, Ahmad Zaki, Cahyo Setiadi Ramadhan, serta Zuhud Rozaki. dari berbagai disiplin ilmu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) turun langsung mendampingi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Masjid Al Yakin, Ngentak, Kalurahan Bangunjiwo, Bantul, Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini menyasar pengurus Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunjiwo Barat dengan fokus penguatan koperasi sebagai pilar kemandirian ekonomi warga.

Program ini tidak sekadar pelatihan biasa. Para akademisi memberikan materi komprehensif mulai dari legalitas pendirian koperasi, prinsip koperasi syariah, hingga tata kelola organisasi yang profesional.

“Pendampingan ini dirancang agar koperasi tidak hanya berdiri, tetapi juga berkembang dan berkelanjutan,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya teori, peserta juga dibekali strategi praktis pengembangan usaha. Konsultan bisnis retail Noor Rakhman menekankan pentingnya membaca kebutuhan pasar.

“Koperasi harus adaptif, memahami konsumen, dan berani berinovasi agar mampu bersaing,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya digital marketing, pelayanan pelanggan, hingga penguatan brand sebagai kunci sukses usaha koperasi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Bantul, Praptanugraha, menegaskan tantangan utama koperasi terletak pada pengelolaannya.

“Mendirikan koperasi itu relatif mudah, tetapi yang paling sulit adalah menjalankannya. Kuncinya ada pada kesiapan sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia berharap pelatihan ini mampu mencetak pengelola koperasi yang kompeten dan bertanggung jawab.

Koordinator Pengabdian Masyarakat UMY, Endro Dwi atmanto, menyambut positif kegiatan tersebut.

“Workshop dari UMY sangat membantu kami memahami aspek legalitas dan tata kelola koperasi. Harapannya, koperasi bisa menjadi solusi nyata kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Peserta pun mengaku mendapat wawasan baru yang memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.(waw)

Berita Terkait

Menko AHY Tekankan Pembangunan Inklusif saat Kunjungan ke DIY
‎Condongcatur Cetak Sejarah, 828 Pengurus RT RW Dikukuhkan Serentak ‎
Pembelajaran Multimodal Jadi Solusi Pendidikan Inklusif di SMA PGRI Yogyakarta
Dosen UMY Soroti Pentingnya Implementasi UU PPRT di Lapangan
UMY Perkuat Kontribusi Global Lewat Kuliah Umum di Charles Darwin University
Yoyock Suryo Soroti Arah Seni Rupa Kulon Progo Lewat Workshop
Workshop Seni Rupa Kulon Progo Dorong Perupa Bangkit Bersinergi
Pria Lansia Warga Bangka Belitung Ditemukan Tewas di Kos Klitren

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:12 WIB

Menko AHY Tekankan Pembangunan Inklusif saat Kunjungan ke DIY

Jumat, 24 April 2026 - 14:59 WIB

‎Condongcatur Cetak Sejarah, 828 Pengurus RT RW Dikukuhkan Serentak ‎

Jumat, 24 April 2026 - 14:38 WIB

Pembelajaran Multimodal Jadi Solusi Pendidikan Inklusif di SMA PGRI Yogyakarta

Jumat, 24 April 2026 - 13:37 WIB

Dosen UMY Soroti Pentingnya Implementasi UU PPRT di Lapangan

Jumat, 24 April 2026 - 12:34 WIB

Yoyock Suryo Soroti Arah Seni Rupa Kulon Progo Lewat Workshop

Berita Terbaru