HS Mudik 2026 Sediakan Tiga Rute Tujuan bagi Para Perantau

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Program mudik gratis bertajuk HS Mudik kembali digelar tahun ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan dari HS. Program ini memberikan kesempatan bagi para perantau untuk pulang ke kampung halaman tanpa perlu memikirkan biaya perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.

PIC Event HS, Ellya Renaldi, menjelaskan bahwa HS Mudik merupakan salah satu dari beberapa program yang disiapkan selama bulan Ramadan. Selain mudik gratis, HS juga menghadirkan program lain seperti Hadroh dan Sholawat, serta agenda hiburan yang akan digelar pada April mendatang bertajuk Hey Slank di Malang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, HS Mudik memberangkatkan 200 peserta dengan tiga rute tujuan utama, yakni Bandar Lampung, wilayah Jabodetabek, dan Pamekasan, Madura.

Rute terjauh menuju Lampung diperkirakan menempuh perjalanan cukup panjang karena rombongan akan singgah di sejumlah kota. Berdasarkan itinerary yang disusun panitia, perjalanan tersebut melintasi sekitar 15 kota sebelum akhirnya tiba di Lampung pada 15 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Perjalanan menuju Lampung juga akan dilanjutkan menggunakan kapal penyeberangan. Seluruh fasilitas perjalanan tersebut diberikan secara gratis kepada para peserta yang telah terdaftar dalam program HS Mudik.

Ellya berharap program ini tidak hanya membantu para perantau pulang ke kampung halaman, tetapi juga membawa semangat kebersamaan di bulan suci.

“Harapannya kita semua bisa merasakan Lebaran yang benar-benar penuh makna. Kita bisa merasakan kembali kesucian Idulfitri dan juga kasih karunia Allah. Kami juga berharap Bapak Surya yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit bisa segera pulih dan kembali sehat,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta mudik gratis, Ahmad Fauzi, mahasiswa asal Madura, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, biaya perjalanan pulang kampung biasanya menjadi salah satu beban bagi para perantau.

“Pastinya senang sekali karena biasanya kita harus mengumpulkan uang untuk mudik. Sekarang ada program gratis seperti ini jadi sangat membantu,” ujar Fauzi.

Ia juga menilai proses pendaftaran program mudik tersebut cukup mudah dan tidak berbelit-belit. Bahkan bagi peserta yang mendaftar paling cepat, tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

“Kalau 20 pendaftar tercepat bahkan tidak ada syarat sama sekali. Setelah itu baru ada ketentuan membawa lima bungkus rokok HS. Jadi sebenarnya sangat mudah,” jelasnya.

Fauzi berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun dengan kuota yang lebih besar dan jangkauan daerah yang lebih luas.

“Semoga ke depannya program seperti ini bisa rutin diadakan tiap tahun dan pesertanya bisa lebih banyak. Kalau bisa rutenya juga semakin luas supaya lebih banyak orang yang merasakan manfaatnya,” katanya. (Aga)

Berita Terkait

Musancab PDIP Jogja Diduga Cacat, Arus Bawah Desak Evaluasi
Ironi Hardiknas: Wacana Tutup Prodi Dinilai Ancam Peradaban
Demo Yogya, Forum Jogja Damai (FJD) Peringatkan Massa Wajib Taat Aturan
Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem
Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh
HS dan Sembada Fighting Championship Kampanyekan Mental Juara Generasi Muda
Inung Nurzani Terpilih Lagi Pimpin Percasi Jogja Periode 2026-2030
Kasrem Hadiri Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:52 WIB

Musancab PDIP Jogja Diduga Cacat, Arus Bawah Desak Evaluasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:45 WIB

Ironi Hardiknas: Wacana Tutup Prodi Dinilai Ancam Peradaban

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:40 WIB

Demo Yogya, Forum Jogja Damai (FJD) Peringatkan Massa Wajib Taat Aturan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:51 WIB

Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:45 WIB

Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh

Berita Terbaru

Jawa Tengah

‎Koramil Watumalang dan Warga Kebut Jembatan Gantung Garuda

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:03 WIB