Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Ingatkan Bahaya Minuman Diuretik dan Makanan Tinggi Garam Saat Puasa

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan cairan tubuh selama waktu berbuka puasa guna mencegah dehidrasi selama Ramadan. Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digencarkan kepada publik.

Dalam materi edukasi yang disampaikan, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya memantau status hidrasi tubuh secara mandiri. Salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah warna dan jumlah urin. Urin yang berwarna pekat dan keluar dalam jumlah sedikit disebut sebagai tanda awal dehidrasi.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih saat berbuka hingga sahur. Selain air putih, cairan lain seperti susu, jus, air kelapa, dan infused water juga dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Dinkes juga menyarankan konsumsi sayur berkuah serta buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi, seperti semangka, pir, apel, jeruk, dan melon, sebagai bagian dari pola makan berbuka yang seimbang.

Sebaliknya, masyarakat diminta membatasi minuman bersifat diuretik seperti kopi dan teh berkafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan tubuh. Konsumsi makanan tinggi garam juga perlu dikurangi karena dapat memicu rasa haus berlebihan saat berpuasa.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk mencegah gangguan kesehatan akibat kekurangan cairan, terutama di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berlangsung selama Ramadan.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat lebih memperhatikan pola konsumsi saat berbuka dan sahur agar kondisi tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan terhindar dari risiko dehidrasi yang dapat memengaruhi kesehatan serta produktivitas. (Aga)

Berita Terkait

Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem
Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh
HS dan Sembada Fighting Championship Kampanyekan Mental Juara Generasi Muda
Inung Nurzani Terpilih Lagi Pimpin Percasi Jogja Periode 2026-2030
Kasrem Hadiri Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua
Muskot Percasi Jogja Bangkitkan Catur Rakyat Borong Prestasi Besar
Ketidakpastian Yurisdiksi Peradilan Militer Jadi Sorotan di Mahkamah Konstitusi
May Day DIY Memanas, Ormas Hadang Massa Aksi Buruh

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:51 WIB

Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:45 WIB

Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:04 WIB

HS dan Sembada Fighting Championship Kampanyekan Mental Juara Generasi Muda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:52 WIB

Inung Nurzani Terpilih Lagi Pimpin Percasi Jogja Periode 2026-2030

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kasrem Hadiri Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Pengelolaan Sampah di Deli Serdang Dinilai Masih Belum Optimal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:19 WIB