Momentum Imlek 2577 Kongzili, DIY Tegaskan Komitmen Harmoni Lintas Budaya dan Agama

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan pentingnya harmoni budaya dan keseimbangan nilai kehidupan dalam pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang digelar di kawasan Ketandan, Kota Yogyakarta, Rabu (26/2/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa perayaan budaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan nilai yang memperkuat peradaban serta mempererat hubungan sosial masyarakat lintas budaya dan agama.

“Kebudayaan merupakan ruang batin peradaban, tempat nilai luhur dihidupkan kembali dan kesadaran bersama dibangun untuk menjaga keseimbangan kehidupan,” ujar Gubernur di hadapan unsur Forkopimda DIY, perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, kepala daerah se-DIY, tokoh masyarakat Tionghoa, serta tamu undangan lainnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada masyarakat Tionghoa, seraya berharap momentum tersebut membawa keberkahan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Gubernur, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta menjadi simbol pertemuan nilai antara filosofi Tiongkok dan kearifan lokal Jawa. Konsep keseimbangan Yin dan Yang dinilai sejalan dengan falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana, yang menekankan pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti makna Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat transformasi dan keberanian. Namun, ia menekankan bahwa energi perubahan harus diiringi kebijaksanaan serta pengendalian diri agar membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun ini dinilai semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan. Berbagai kegiatan sosial seperti tausiyah, pembagian takjil, serta aktivitas kebersamaan turut dihadirkan sebagai bentuk toleransi dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Yogyakarta.

Selain aspek budaya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM, pedagang kuliner, perajin, hingga seniman turut menggerakkan roda perekonomian kawasan Ketandan, Malioboro, dan sekitarnya.

Gubernur menilai akulturasi budaya di Yogyakarta telah berlangsung sejak lama dan menjadi kekuatan utama daerah dalam menjaga keberagaman. Berbagai kesenian seperti Wayang Potehi yang tampil berdampingan dengan seni tradisional Jawa menjadi bukti nyata proses perjumpaan budaya yang produktif.

“Peradaban besar bukanlah yang seragam, tetapi yang mampu merawat perbedaan dalam keseimbangan,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, pemerintah daerah berharap nilai toleransi, kebersamaan, serta harmoni sosial terus terjaga sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya yang inklusif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Aga)

Berita Terkait

Kemendagri-KPK Perkuat Kolaborasi Antikorupsi, Titik Rawan di Daerah Jadi Prioritas
Sekjen Kemendagri Minta Pejabat Baru Bangun Budaya Kerja Inovatif dan Adaptif
Mendagri Tito Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik demi Ketahanan Negara
Yane Bima Arya Dorong Pendampingan Orang Tua untuk Membangun Karakter Anak Sejak Dini
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyaluran Dana Otsus Papua Tahap II Secara Tepat Melalui Prinsip 5T
Kemenekraf Jadikan Creative Hub AMANAH Pusat Pertumbuhan Ekonomi Aceh
Menteri Ekraf Ingin Distribusi Film Makin Luas Lewat Indobox Cinema
Perkuat Perfilman Berbasis Data, Kementerian Ekraf Siap Kolaborasi dengan Cinepoint

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:32 WIB

Kemendagri-KPK Perkuat Kolaborasi Antikorupsi, Titik Rawan di Daerah Jadi Prioritas

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:21 WIB

Mendagri Tito Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik demi Ketahanan Negara

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:16 WIB

Yane Bima Arya Dorong Pendampingan Orang Tua untuk Membangun Karakter Anak Sejak Dini

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:48 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyaluran Dana Otsus Papua Tahap II Secara Tepat Melalui Prinsip 5T

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:23 WIB

Kemenekraf Jadikan Creative Hub AMANAH Pusat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Berita Terbaru