‎KOKAM DIY Bergerak Lawan Miras, Tegaskan Perlawanan Premanisme Serius

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah DIY (KOKAM) menginstruksikan mobilisasi umum menyusul maraknya peredaran minuman keras dan aksi premanisme di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Instruksi itu ditandai dengan Apel Siaga KOKAM DIY bertajuk Bersatu Melawan Miras yang digelar di Sleman, Minggu (15/2/2026).

Ratusan komandan KOKAM dari tingkat daerah hingga ranting se-DIY hadir dalam konsolidasi tersebut.

“Kondisi DIY sudah darurat miras karena peredarannya semakin masif hingga ke wilayah perdesaan,” tegas Rizal Ismail.

Rizal menegaskan miras menjadi sumber berbagai tindak kriminal dan kerusakan sosial di masyarakat.

“Miras adalah induk dari segala kejahatan atau ummul fawahish. Kita tidak bisa diam ketika peredarannya semakin terbuka dan dianggap biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan KOKAM bukan sekadar agenda organisasi, melainkan panggilan moral dan kemanusiaan.

“Kalau hari ini kita memilih diam, jangan kaget jika besok anak-anak kita menganggap miras hal lumrah. Ini soal akal, moral, dan masa depan DIY sebagai Kota Pelajar dan Kota Budaya,” tegasnya.

Dalam apel tersebut, KOKAM DIY juga menyoroti kasus pengeroyokan terhadap satpam RSU PKU Muhammadiyah Nanggulan yang merupakan anggota aktif KOKAM.

Mereka mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan.

“Sampai saat ini kami belum melihat perkembangan penanganan perkara yang jelas dan terbuka,” kata Rizal.

Ia menegaskan pihaknya siap melakukan konsolidasi lintas provinsi jika insiden serupa kembali terjadi.

“Prinsip kami jelas, satu KOKAM tersakiti, seribu KOKAM beraksi,” tandasnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY, M Arif Darmawan, menilai DIY tidak boleh membiarkan toko miras berdiri bebas di tengah permukiman warga.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan mencari solusi konkret.

‎DUKUNGAN DARI ANGGOTA DPD RI

Dukungan juga datang dari anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dapil DIY, Syauqi Soeratno, yang menilai pemberantasan miras, judi online, dan narkoba harus dilakukan melalui langkah regulatif berkelanjutan.

‎”Gerakan KOKAM lahir, tumbuh dan berkembang dengan lisan dan tangan, artinya ada dakwah dan ada aksi nyata,” tegasnya.

‎”Kita tidak boleh menormalisasi kejahatan, miras adalah akar dari berbagai persoalan sosial dan peredarannya, meski legal, tetap harus sangat dibatasi dengan regulasi yang tegas,” katanya.

“Kami membuka ruang dialog kebijakan hingga 11 Maret mendatang agar persoalan ini diselesaikan secara terukur dan tegas,” ujarnya. (waw)

Berita Terkait

Akademisi Desak Tafsir Ulang Republik Demi Keadilan Berkelanjutan
Lomba Jurnalistik TNI Digelar Soroti Jembatan Garuda Air Bersih
Gathering Bajaj Njeron Beteng Satukan Driver, Perkuat Solidaritas dan Peluang Rezeki
Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar
Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur
Tim Debat Hukum UWM Sabet Juara Dua Kompetisi Bergengsi
‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah
Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:28 WIB

Akademisi Desak Tafsir Ulang Republik Demi Keadilan Berkelanjutan

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WIB

Lomba Jurnalistik TNI Digelar Soroti Jembatan Garuda Air Bersih

Kamis, 30 April 2026 - 17:01 WIB

Gathering Bajaj Njeron Beteng Satukan Driver, Perkuat Solidaritas dan Peluang Rezeki

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar

Kamis, 30 April 2026 - 16:08 WIB

Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur

Berita Terbaru