JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan Manunggal Raharja (MR) sebagai “rumah besar” sistem manajemen data kemiskinan yang terintegrasi dengan seluruh kabupaten/kota. Integrasi ini ditargetkan rampung pada 2026.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) DIY, Kamis (19/2/2026). Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menegaskan, penanganan kemiskinan harus berbasis data akurat dan mutakhir karena karakteristiknya yang dinamis.
Menurut dia, sistem pendataan yang telah dimiliki kabupaten/kota tetap dipertahankan. Namun, seluruh data perlu dipadukan agar langkah intervensi lebih tepat sasaran.
Kepala Bapperida DIY Danang Setiadi menambahkan, integrasi ini akan menjadi rujukan tunggal bagi pemda dan kabupaten/kota dalam menentukan sasaran bantuan. Dengan basis data yang sama, intervensi terhadap rumah tangga miskin dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Saat ini, tantangan utama adalah perbedaan basis data antarwilayah. Sebagian daerah telah selaras dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagian lainnya masih menyesuaikan.
Pemda DIY menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 9,16 persen pada 2026. Per September 2025, angka kemiskinan tercatat 10,08 persen. Integrasi data dinilai krusial untuk mengejar target tersebut melalui konsolidasi berkala dan penyelarasan variabel data hingga tingkat jiwa dan keluarga. (aga/ihd)






