Polda DIY Gaspol Amankan Higienitas Program MBG

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DIY memasuki fase penguatan.

Polda DIY menginisiasi diskusi panel untuk memastikan keamanan pangan tak sekadar jargon. Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik terhadap potensi keracunan makanan dan lemahnya distribusi.

Irwasda Polda DIY Kombes Pol I Gusti Ngurah Rai Mahaputra menegaskan kolaborasi menjadi kunci.

“Program ini sangat baik dan berkelanjutan. Tetapi karena modelnya baru, tentu masih ada kekurangan yang harus kita benahi bersama,” ujarnya Kamis (12/2/2026).

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh unsur—kesehatan, pendidikan, hingga pemerintah kabupaten dan kota—menyamakan persepsi.

“Perbaikan harus konsisten. Kita tidak boleh lengah,” katanya.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Gregorius Anung Trihadi membeberkan tantangan teknis di lapangan.

Ia menyoroti pemahaman OSS dan SLHS yang masih baru bagi penyedia SPPG.

“Penjamah makanan adalah garda terdepan dalam pengolahan pangan. Mereka harus memiliki sertifikat keamanan pangan agar pengolahan sesuai standar higiene sanitasi,” tegasnya.

Sertifikasi ini, lanjut dia, difasilitasi Kementerian Kesehatan melalui sistem daring.

Data menunjukkan perbaikan signifikan. Jika pada 2025 tercatat 23 kasus kecurigaan keracunan makanan, maka tahun ini hanya tiga kasus.

“Semoga tidak bertambah. Artinya, standar yang kita terapkan berjalan efektif,” ujar Anung.

Ia menambahkan, Pemda DIY telah membentuk satgas percepatan di tiap bidang untuk mempercepat penerbitan SLHS di kabupaten dan kota.

Adapun Kepala KPPG Region DIY Harosno Budi Waluyo mengapresiasi langkah Polda DIY.

“MBG adalah hak anak Indonesia. Kita wajib menjaganya dengan sistem yang presisi,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan penambahan jumlah SPPG ke depan, setiap unit akan melayani lebih sedikit penerima manfaat.

Dengan demikian, proses produksi lebih terkendali, distribusi lebih tertata, dan risiko keamanan pangan semakin ditekan.

(waw)

Berita Terkait

Ramadan Penuh Kebersamaan, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Konsep Iftar Hangat dan Elegan
Kolaborasi Inspiratif Ramadhan, GRAMM Hotel by Ambarrukmo Yogyakarta Gandeng Dompet Dhuafa Gelar Ngabuburit Bersama Ayah Irwan Rinaldi
Pria asal Lubuk Linggau Ditangkap Warga, Diduga Lakukan Pelecehan Anak
Pawai Song Song Ramadan SD Muhammadiyah Kleco Semarak Kotagede
Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Winongo Bantul
Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif
Relawan Lintas Iman Bersihkan Kelenteng, Toleransi Menguat
‎HUT 18 Gerindra, Kader Teguhkan Amanat Prof Suhardi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 01:36 WIB

Ramadan Penuh Kebersamaan, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Konsep Iftar Hangat dan Elegan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 01:29 WIB

Kolaborasi Inspiratif Ramadhan, GRAMM Hotel by Ambarrukmo Yogyakarta Gandeng Dompet Dhuafa Gelar Ngabuburit Bersama Ayah Irwan Rinaldi

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:11 WIB

Pria asal Lubuk Linggau Ditangkap Warga, Diduga Lakukan Pelecehan Anak

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:00 WIB

Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Winongo Bantul

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:11 WIB

Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif

Berita Terbaru