Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) akan meluncurkan program Setu Sinau ing Malioboro pada Sabtu, 14 Februari 2026. Program ini menghadirkan pengalaman belajar budaya Yogyakarta secara langsung di ruang publik kawasan Malioboro.

Peluncuran Setu Sinau dijadwalkan berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB di sepanjang Jalan Malioboro sisi timur, sekitar kawasan DPRD DIY. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Wakil Wali Kota Yogyakarta, serta pimpinan DPRD, bersama jajaran perangkat daerah, pemangku kepentingan kebudayaan, akademisi, komunitas seni, dan masyarakat umum.

Program Setu Sinau dirancang sebagai street workshop, yakni kelas-kelas budaya singkat yang terbuka dan dapat diikuti siapa saja, baik warga lokal maupun wisatawan. Sebanyak enam kelas budaya akan diselenggarakan secara paralel, meliputi Sinau Aksara Jawa, Sinau Nggamel (Gamelan), Sinau Ngadi Busana, Sinau Njoged (Tari), Sinau Nggambar (Melukis), dan Sinau Dolanan Anak. Seluruh kelas dipandu oleh pelaku dan komunitas seni budaya Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan Setu Sinau merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat Malioboro sebagai destinasi wisata berbasis kebudayaan. Menurutnya, program ini memberikan nilai tambah bagi kawasan Malioboro yang selama ini dikenal sebagai pusat wisata belanja dan ikon kota.

“Inilah value added Malioboro, kunjungan yang bukan hanya meninggalkan jejak konsumsi, tetapi juga pengalaman dan makna melalui interaksi langsung dengan kebudayaan Yogyakarta,” ujar Yetti.

Selain melibatkan komunitas seni lokal, Setu Sinau juga menghadirkan partisipasi mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Keterlibatan mahasiswa internasional tersebut diharapkan menjadi ruang dialog lintas budaya sekaligus sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya Yogyakarta kepada masyarakat global.

Yetti menambahkan, Setu Sinau juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali peran Malioboro sebagai koridor budaya dalam Sumbu Filosofi Yogyakarta. Ruang publik, kata dia, tidak hanya dimaknai sebagai jalur ekonomi dan mobilitas, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan interaksi budaya yang inklusif.

Ke depan, Pemerintah Kota Yogyakarta merencanakan Setu Sinau hadir secara rutin setiap Sabtu pagi sebagai atraksi budaya khas Malioboro. Melalui program tersebut, Malioboro diharapkan semakin dikenal sebagai living museum yang menawarkan pengalaman belajar budaya secara langsung bagi setiap pengunjung. (Aga)

Berita Terkait

Akademisi Desak Tafsir Ulang Republik Demi Keadilan Berkelanjutan
Lomba Jurnalistik TNI Digelar Soroti Jembatan Garuda Air Bersih
Gathering Bajaj Njeron Beteng Satukan Driver, Perkuat Solidaritas dan Peluang Rezeki
Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar
Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur
Tim Debat Hukum UWM Sabet Juara Dua Kompetisi Bergengsi
‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah
Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:28 WIB

Akademisi Desak Tafsir Ulang Republik Demi Keadilan Berkelanjutan

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WIB

Lomba Jurnalistik TNI Digelar Soroti Jembatan Garuda Air Bersih

Kamis, 30 April 2026 - 17:01 WIB

Gathering Bajaj Njeron Beteng Satukan Driver, Perkuat Solidaritas dan Peluang Rezeki

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar

Kamis, 30 April 2026 - 16:08 WIB

Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur

Berita Terbaru