JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Puluhan wartawan dari Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Yogyakarta, Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang difasilitasi Sekretariat DPRD Loteng itu dipimpin Sekretaris DPRD, Suhadi Kana.
Kunjungan difokuskan pada penguatan pola kemitraan antara pemerintah daerah dan media, serta strategi penyebaran informasi publik yang efektif dan adaptif di era digital.
Suhadi menegaskan, media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik terkait kinerja DPRD maupun kebijakan pemerintah daerah.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin berbagi dan menggali pengetahuan dengan Diskominfo Kota Yogyakarta tentang bagaimana menyampaikan informasi secara efektif kepada khalayak luas,” ujarnya.
Rombongan juga ingin mengetahui secara langsung model kerja sama antara Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta dengan media. Termasuk di dalamnya mekanisme verifikasi bagi media yang menjalin kemitraan serta ruang partisipasi bagi insan pers yang aktif menjalankan fungsi jurnalistik.
Selain itu, studi banding ini dimaksudkan untuk menggali praktik baik (best practice) dalam pengelolaan informasi publik. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi DPRD serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam membangun sinergi yang sehat antara pemerintah dan media.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati Sah, menjelaskan bahwa kemitraan media berada di bawah koordinasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP). Pemkot Yogyakarta, kata dia, menyediakan ruang kerja khusus bagi wartawan yang meliput di lingkungan pemerintah kota.
“Kami menyediakan satu tempat khusus untuk wartawan bekerja, lengkap dengan fasilitas pendukung aktivitas jurnalistik,” ujarnya.
Ia menambahkan, wartawan yang tergabung dalam paguyuban pewarta Pemkot Yogyakarta melalui proses seleksi internal oleh sesama jurnalis untuk memastikan profesionalisme dan kelayakan.
Di sisi lain, Diskominfo Kota Yogyakarta juga mengelola media resmi pemerintah yang diproduksi secara mandiri guna mendukung publikasi program dan kebijakan daerah.
Kepala Bidang IKP Diskominfo Kota Yogyakarta, Edy Sugiarto, menilai efektivitas penyebaran informasi menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan daerah. Menurut dia, citra Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata ramai tidak lepas dari pengelolaan informasi yang masif dan terstruktur.
Ia menyebutkan, mayoritas wartawan di Yogyakarta berasal dari media daring. Meski tidak seluruhnya telah terverifikasi Dewan Pers, Pemkot Yogyakarta tetap membuka ruang kemitraan sepanjang menjalankan kegiatan jurnalistik.
“Dengan adanya paguyuban pewarta, koordinasi menjadi lebih mudah dan kami terbantu dalam penyebarluasan rilis kegiatan wali kota dan pemerintah kota,” katanya.
Edy memastikan independensi kerja jurnalistik tetap dihormati. Pemberitaan yang terbit dianalisis melalui monitoring media untuk mengukur dampak dan persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah.
Secara internal, Diskominfo Kota Yogyakarta didukung sumber daya manusia yang mencakup tim pewarta, videografer, dan fotografer. Selain menyajikan informasi kegiatan pemerintah, tim tersebut juga memproduksi konten edukatif agar informasi yang disampaikan memberi nilai tambah bagi masyarakat. (aga/ihd)





