Dekade Coast to Coast: 5.888 Pelari Dunia Siap Jelajahi Pesisir Selatan Jogja

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) kembali menggelar ajang lari lintas ‎alam bergengsi, Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra 2026 pada 14-15 Februari ‎mendatang. ‎ Memasuki penyelenggaraan ke-10 (satu dekade), ajang ini diikuti 5.888 pelari ‎dari 23 negara yang akan menaklukkan rute pesisir selatan Bantul. ‎ Keamanan dan Pengalaman Ultra Malam Hari ‎Race Director CTC 2026, Roostian Gamananda, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya ‎menambah kategori jarak hingga 100K. ‎

Selain rute yang melewati ikon wisata seperti Pantai ‎Depok hingga Gumuk Pasir, standar keamanan menjadi prioritas utama dengan kesiapan ‎850 personel panitia. ‎ “Kami siapkan dua unit Mini ICU untuk mengantisipasi kondisi darurat. Start sengaja dimulai ‎malam hari agar peserta mendapatkan experience lari ultra trail yang nyata, namun tetap ‎terkendali di setiap zona kritis,” ujar Roostian dalam konferensi pers, Minggu (8/2). ‎
Dorongan Fasilitas dan Sport Tourism ‎Ajang yang masuk dalam kalender internasional ITRA ini dinilai efektif mengenalkan potensi ‎ wisata Yogyakarta ke mancanegara. ‎ Anggota DPRD DIY, Mlisman Puja Kesurma, S.P., ‎menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur di wilayah selatan untuk mengimbangi ‎pertumbuhan event internasional. ‎ “Event ini membuka mata dunia bahwa Jogja bukan hanya Malioboro. ‎Kedepannya, ‎pemerintah daerah harus mempercepat pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel di ‎area selatan agar wisatawan lebih nyaman,” tegas Mlisman. ‎

Dampak Ekonomi dan Pengembangan IP Event ‎Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB, Harfiansa Bimatara, menyebut CTC sebagai contoh ‎sukses pengembangan IP Event berbasis komunitas. ‎ Kemenparekraf berencana ‎meningkatkan skala promosi ajang ini ke pasar global untuk memperkuat ekonomi nasional. ‎ “Kami mengapresiasi konsistensi komunitas selama 10 tahun. Ini sejalan dengan program ‎menteri untuk mengembangkan sport tourism yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan ‎budaya yang nyata bagi masyarakat lokal,” pungkas Harfiansa.(waw)

Berita Terkait

Akademisi Desak Tafsir Ulang Republik Demi Keadilan Berkelanjutan
Lomba Jurnalistik TNI Digelar Soroti Jembatan Garuda Air Bersih
Gathering Bajaj Njeron Beteng Satukan Driver, Perkuat Solidaritas dan Peluang Rezeki
Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar
Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur
Tim Debat Hukum UWM Sabet Juara Dua Kompetisi Bergengsi
‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah
Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:28 WIB

Akademisi Desak Tafsir Ulang Republik Demi Keadilan Berkelanjutan

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WIB

Lomba Jurnalistik TNI Digelar Soroti Jembatan Garuda Air Bersih

Kamis, 30 April 2026 - 17:01 WIB

Gathering Bajaj Njeron Beteng Satukan Driver, Perkuat Solidaritas dan Peluang Rezeki

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar

Kamis, 30 April 2026 - 16:08 WIB

Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur

Berita Terbaru