‎Sri Sultan Tekankan Kepemimpinan Lentur Kunci Daya Saing Dunia Usaha

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa kepemimpinan yang lentur, adaptif, dan kolaboratif menjadi fondasi utama dunia usaha di tengah perubahan global yang kian cepat.

Penegasan itu disampaikan saat pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY Masa Bakti 2025–2030 di Yogyakarta, Jumat (31/1/2026).

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan teknologi dan modal.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penentu dalam menata ulang proses kerja, budaya organisasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Perubahan global menuntut cara berpikir baru, bukan sekadar alat baru,” ujar Sri Sultan.

‎Ia mengutip pelajaran sejarah sebagai refleksi mendalam bagi dunia usaha.

“Sejarah selalu mengajarkan kepada kita satu pelajaran sederhana, namun mendalam: peradaban yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling lentur menghadapi perubahan,” kata Gubernur DIY menegaskan.

Sri Sultan juga menyoroti karakter ekonomi Yogyakarta yang tumbuh dari kekuatan rakyat.

Sektor pangan, UMKM, kerajinan, seni, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri kecil disebut sebagai fondasi utama ekonomi daerah.

“Pemberdayaan UMKM bukan sekadar program ekonomi, melainkan strategi kebudayaan, kemandirian, dan masa depan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, ia mengajak dunia usaha untuk berani keluar dari zona nyaman.

Menurutnya, mempertahankan status quo justru lebih berisiko di tengah ketidakpastian global.

“Keberanian berubah adalah syarat untuk bertahan,” kata Sri Sultan menutup pesannya.

(waw)

Berita Terkait

Musancab PDIP Jogja Diduga Cacat, Arus Bawah Desak Evaluasi
Ironi Hardiknas: Wacana Tutup Prodi Dinilai Ancam Peradaban
Demo Yogya, Forum Jogja Damai (FJD) Peringatkan Massa Wajib Taat Aturan
Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem
Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh
HS dan Sembada Fighting Championship Kampanyekan Mental Juara Generasi Muda
Inung Nurzani Terpilih Lagi Pimpin Percasi Jogja Periode 2026-2030
Kasrem Hadiri Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:52 WIB

Musancab PDIP Jogja Diduga Cacat, Arus Bawah Desak Evaluasi

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:45 WIB

Ironi Hardiknas: Wacana Tutup Prodi Dinilai Ancam Peradaban

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:40 WIB

Demo Yogya, Forum Jogja Damai (FJD) Peringatkan Massa Wajib Taat Aturan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:51 WIB

Belajar dari Insiden KRL, Pakar UMY: Keselamatan Perkeretaapian Harus Berbasis Budaya dan Sistem

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:45 WIB

Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh

Berita Terbaru

Jawa Tengah

‎Koramil Watumalang dan Warga Kebut Jembatan Gantung Garuda

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:03 WIB