Merespons Kekerasan Jalanan, RKP DIY Gelar Dialog Nasional Pemuda

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Di tengah meningkatnya kekerasan jalanan dan kenakalan remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY bersama Kapasgama menginisiasi sebuah ruang dialog nasional.

Seminar yang digelar di Sekolah Pascasarjana UGM itu dimaksudkan untuk mengembalikan pemuda pada peran strategisnya sebagai agen perubahan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, menyebut fenomena kriminalitas dan perilaku menyimpang di kalangan remaja tak bisa dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan media sosial.

“Pengaruh negatif media sosial, lingkungan, miras, narkoba, hingga judi online menjadi faktor dominan,” kata Faishal.

Ia menilai tanpa ruang ekspresi dan pembinaan yang tepat, pemuda rentan terseret arus destruktif.

Faishal menegaskan, seminar ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah untuk membangun kesadaran kolektif.

“Kami ingin membangun dialog yang konstruktif, mempertemukan gagasan, dan mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemuda perlu diberi ruang untuk bergerak positif agar terhindar dari perilaku menyimpang.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir sebagai narasumber, mulai dari Anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, akademisi, hingga pemangku kebijakan daerah.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas pemuda.

“Pembangunan daerah tidak akan berkelanjutan tanpa partisipasi aktif generasi muda,” katanya.

Menutup kegiatan, Faishal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat dan membimbing generasi muda.

“Mari kita rawat pemuda, kita kembangkan potensi dan kreativitas mereka dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baginya, masa depan bangsa ditentukan oleh seberapa serius hari ini masyarakat memberi ruang dan kepercayaan kepada generasi muda.(Waw)

Berita Terkait

Dosen Hukum UMY Minta Operator Lebih Terbuka soal Sistem Kuota Internet
UMY Esport Sabet Juara di Vivat Fest, Bukti Solidnya Strategi dan Disiplin Tim
Baksos Sleman Bergerak, Ribuan Warga Terima Bantuan dan Santunan
IABI Gedor Kesadaran, UMY Perkuat Ketangguhan Hadapi Ancaman Bencana
Kasus Little Aresha Jadi Momentum Penguatan Perlindungan Anak di Yogyakarta
Syauqi Desak Tuntas Kasus Daycare Yogya, Tiga Pilar Penanganan Digenjot
Syauqi Sidak Kesiapan Haji YIA, Tekankan Layanan Aman Nyaman
Sri Sultan Tegaskan Pentingnya Kearifan Lokal dalam Tata Kelola Bencana

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:04 WIB

Dosen Hukum UMY Minta Operator Lebih Terbuka soal Sistem Kuota Internet

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:55 WIB

UMY Esport Sabet Juara di Vivat Fest, Bukti Solidnya Strategi dan Disiplin Tim

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:15 WIB

Baksos Sleman Bergerak, Ribuan Warga Terima Bantuan dan Santunan

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:11 WIB

IABI Gedor Kesadaran, UMY Perkuat Ketangguhan Hadapi Ancaman Bencana

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:16 WIB

Kasus Little Aresha Jadi Momentum Penguatan Perlindungan Anak di Yogyakarta

Berita Terbaru

Nasional

Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara kepada CPNS 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:08 WIB