Pemkot Jogja Ajukan 306 PKM-PKH Jalani Graduasi Mandiri

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta mengajukan 306 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjalani graduasi mandiri pada 2025. Usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari strategi mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan sosial.

Kepala Seksi Jaminan dan Bantuan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Tri Oktavia Marjani mengatakan, graduasi mandiri dilakukan atas kesadaran dan kemauan KPM sendiri. Meski secara administratif masih memenuhi kriteria penerima PKH, keluarga yang diusulkan dinilai telah memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil.

“Mandiri itu di dalam keluarganya sudah ada yang bekerja, baik suami maupun istri, dengan penghasilan yang lebih stabil. Bantuan PKH yang diterima sebagian ditabung dan dimanfaatkan sebagai modal usaha,” ujar Okta di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, dana PKH yang ditabung kemudian digunakan KPM untuk mengembangkan usaha kecil. Ketika usaha tersebut tumbuh dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga secara berkelanjutan, KPM mengajukan diri untuk lulus dari kepesertaan PKH.

“Usahanya maju, berkembang, dan mereka sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari hasil usaha itu. Kalau kesadarannya datang dari mereka sendiri, itu justru lebih baik,” kata Okta.

Selain melalui mekanisme graduasi mandiri, sebagian KPM juga memperoleh dukungan tambahan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Kementerian Sosial RI atau sebelumnya dikenal sebagai Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Program ini memberikan bantuan modal usaha bagi KPM yang dinilai memiliki potensi ekonomi.

Pada 2025, Kota Yogyakarta didukung oleh 39 pendamping PKH. Setiap pendamping ditargetkan dapat mengusulkan sekitar 10 KPM untuk graduasi mandiri. Namun, tidak seluruh usulan langsung disetujui karena harus melalui proses verifikasi dan asesmen lapangan.

“Targetnya memang 39 pendamping dikalikan 10 KPM, tetapi realisasinya menunggu laporan dan hasil asesmen. Tidak semua yang diusulkan langsung di-acc,” ujar Okta.

Adapun jumlah penerima PKH di Kota Yogyakarta pada 2025 tercatat sekitar 12.000 KPM. Angka tersebut bersifat dinamis karena PKH merupakan program nasional dengan data penerima yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial RI serta dipengaruhi perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. (ihd

Berita Terkait

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting
WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru

Jogja

Mama Yasinta Figur Pejuang Papua Yang Sejati

Senin, 1 Jun 2026 - 10:23 WIB