Gudeg Tiga Porsi Rp85 Ribu dan Citra Jogja Murah yang Tak Goyah

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual gudeg mahal yang viral di media sosial. (Instagram @yogyakartakeras)

Visual gudeg mahal yang viral di media sosial. (Instagram @yogyakartakeras)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Gudeg kembali memantik kegaduhan, kali ini bukan soal rasa, melainkan harga. Sebuah video yang beredar di media sosial menyoroti tiga porsi gudeg di kawasan Malioboro yang dibanderol Rp85.000. Unggahan itu cepat menyebar dan memantik perbincangan lama yang tak kunjung usai: benarkah Yogyakarta masih ramah di kantong wisatawan?

Video tersebut diunggah akun Instagram @yogyakarta.keras. Dalam narasinya, si perekam menilai harga yang dibayar tak sepadan dengan citra Jogja sebagai kota wisata murah. Anggapan itu pun bergulir liar, diperkuat komentar warganet yang menyebut Jogja kini tak lagi seperti dulu – hangat, bersahaja, dan terjangkau.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menilai kegaduhan semacam ini kerap berangkat dari benturan antara harga dan ekspektasi. “Kayaknya itu normal nggak sih, tapi ya memang mungkin beda-beda ya,” ujar Anggi, sapaan akrabnya, Kamis (1/1/2026).

Menurut Anggi, jika dibandingkan dengan harga gudeg di sejumlah titik wisata populer, termasuk yang telah berstatus legendaris, banderol tersebut belum tentu bisa disebut melenceng. Apalagi, harga itu untuk lebih dari satu porsi. Namun, ia mengakui ada ekspektasi yang telanjur melekat kuat di benak wisatawan. Jogja identik dengan murah.

“Mungkin kan secara harapannya mereka mendapatkan Jogja image murah,” katanya.

Anggi menjelaskan, lokasi penjual gudeg yang viral berada di kawasan sirip Malioboro, yang secara kewenangan tidak sepenuhnya berada di bawah pengelolaan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya. Meski begitu, Pemerintah Kota Yogyakarta, melalui Dinas Pariwisata, telah melakukan langkah mitigasi. Salah satunya dengan mensosialisasikan kewajiban pencantuman daftar harga bagi pelaku usaha kuliner, khususnya di kawasan wisata.

Imbauan serupa juga disampaikan langsung kepada wisatawan melalui petugas di lapangan, terutama di kawasan Malioboro. Pemerintah berharap, transparansi harga dapat meredam kekecewaan sekaligus menghindari kesalahpahaman.

UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya pun mendorong wisatawan agar lebih cermat memilih tempat makan. Restoran dan penjual resmi dengan daftar harga yang jelas dinilai menjadi pilihan paling aman.

Di tengah derasnya arus wisata dan perubahan wajah kota, polemik gudeg Rp85 ribu ini seolah menjadi penanda: citra Jogja murah masih hidup, tapi mulai diuji realitas. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal
Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4
Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana
Polresta dan Pemkot Yogya Gelar Pangan Murah Jelang Nyepi dan Idulfitri
Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi
Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:06 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 17:01 WIB

Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:43 WIB

Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:30 WIB

Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana

Berita Terbaru