‎Yoga Shaking Cokro Joyo Kusumo Rayakan 17 Tahun Kebersamaan

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kulon Progo – Komunitas Yoga Shaking Bio Energi Ratu Bagus Trah Cokro Joyo Kusumo (CJK) Yogyakarta menggelar Tasyakuran Sweet Seventeen sebagai penanda perjalanan 17 tahun kiprah mereka.

‎Kegiatan penuh makna ini berlangsung pada Minggu (4/1/2026) di Bumi Perkemahan Lembah Pereng, Kulon Progo, dan dihadiri lebih dari seratus anggota Trah Shaking Cokro Joyo Kusumo.

‎Dengan mengusung tema “Shaking Agawe Santosa, Trah Agawe Obah”, acara ini menjadi ruang syukur, silaturahmi, sekaligus perayaan kebudayaan.

‎Beragam agenda digelar dalam pentas tasyakuran tersebut, mulai dari pemotongan tumpeng, pengukuhan Dewan Pengayom Yoga Shaking CJK, pemberian Cejeka Award, hingga hiburan rakyat yang meriah.

‎Setelah rehat, suasana semakin cair lewat MBG (Makan Bareng Gass) dan Wayahe Hokya Hokyaa berupa pentas Limbukan Ringkes, lomba joged, coblos balon, goyang Shaking Ambyar, pembagian door prize, hingga ditutup Tari Gedrug Tolak Mangsuk Angin.

‎“Kami ingin tasyakuran ini membumi, meriah, dan tetap sarat makna,” ujar pembawa acara Yock Suryo di sela kegiatan.

‎Pendiri sekaligus Ketua Yoga Shaking CJK Yogyakarta, Heru Suryanto, menegaskan bahwa perjalanan 17 tahun ini bukanlah hal mudah.

‎“Yoga Shaking CJK berdiri sejak 2 Januari 2009, dan hingga kini sudah beranggotakan sekitar dua ratus orang,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, “Tasyakuran ini adalah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa.

‎Di usia 17 tahun, kami masih diberi kekuatan untuk terus eksis dan berbagi manfaat melalui kegiatan Shaking.”

‎Momentum penting lainnya adalah pengukuhan RM. Kukuh Hertriasning (Ndoro Aning), Penghageng Cepuri Ndalem Benawan Yogyakarta sekaligus cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, sebagai Pengayom Yoga Shaking CJK.

‎Ndoro Aning menyatakan dukungan penuhnya terhadap komunitas tersebut.

‎“Cara sehat melalui meditasi dan olah gerak ini adalah warisan leluhur. Ini bagian dari budaya Jawa yang perlu dijaga dan dilestarikan,” tutur Ndoro Aning, didampingi istri, RAy. Nine Ganda Prassari.

‎Pemberian Cejeka Award menjadi penutup yang sarat haru dan apresiasi. Empat anggota menerima penghargaan atas dedikasi dan kesetiaan mereka, yakni Nurhayati (66) kategori emas, Sutrisno (73) perak, Puji Setiti (68) perunggu, dan Poniyem (68) paladium.

‎“Saya senang dan bangga sekali, apalagi yang memberikan langsung Ndoro Aning. Bisa salaman dan sungkem, rasanya luar biasa,” ucap Poniyem penuh bahagia.

‎Sementara itu, potongan tumpeng diberikan kepada Tanti (19), anggota termuda, dan Sutrisno (73), anggota tertua, sebagai simbol kesinambungan lintas generasi dalam Yoga Shaking Cokro Joyo Kusumo.

(waw)

Berita Terkait

Dirbinmas Polda DIY Apresiasi STAK Perkuat Aksi Sosial dan Keamanan
‎Pekan Frankofoni 2026 Semarak, Budaya Dunia Ramaikan Indonesia
Viral Pelajar SMP Diduga Mesum di Kali Code Tuai Kecaman
‎Liburan Nyaris Berujung Tragis, Tiga Wisatawan Diseret Arus Pantai
Sekolah Lansia Yogyakarta Kembali Aktif Dorong Lansia Sehat Mandiri Produktif
‎Penyuluhan Hukum Korem 072 Pamungkas, Prajurit Diingatkan Bijak Bermedsos
Petugas TPR Parangtritis Disindir Wisatawan, Meski Retribusi Dihapus
Hasto Wardoyo: Gotong Royong Jadi Solusi Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:17 WIB

Dirbinmas Polda DIY Apresiasi STAK Perkuat Aksi Sosial dan Keamanan

Selasa, 14 April 2026 - 10:47 WIB

‎Pekan Frankofoni 2026 Semarak, Budaya Dunia Ramaikan Indonesia

Selasa, 14 April 2026 - 07:56 WIB

Viral Pelajar SMP Diduga Mesum di Kali Code Tuai Kecaman

Selasa, 14 April 2026 - 07:48 WIB

‎Liburan Nyaris Berujung Tragis, Tiga Wisatawan Diseret Arus Pantai

Senin, 13 April 2026 - 15:32 WIB

Sekolah Lansia Yogyakarta Kembali Aktif Dorong Lansia Sehat Mandiri Produktif

Berita Terbaru