‎Wayang Cakruk Gedor Semangat Sekolah Rakyat Gratis Untuk Warga Miskin ‎

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Pendekatan budaya kembali dipakai untuk menggerakkan kesadaran sosial masyarakat Yogyakarta.

Melalui pertunjukan Wayang Cakruk, Dinas Sosial DIY bersama DPRD DIY menggelar Reses dan Penyuluhan Sosial bertema Sekolah Rakyat di Halaman Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (22/5/2026).

Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk menikmati hiburan rakyat sekaligus menyimak program pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu.

Pertunjukan Wayang Cakruk yang dibawakan Dalang Ki Sumarno Purbo Carito dari Wonosari, Gunungkidul, sukses menghidupkan suasana penyuluhan.

Dengan gaya jenaka dan penuh kritik sosial, pesan tentang pentingnya pendidikan disampaikan secara ringan namun mengena.

Tema “Sekolah Rakyat di DIY” diangkat untuk mengajak masyarakat memahami bahwa pendidikan menjadi jalan utama memutus rantai kemiskinan.

Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani menegaskan media wayang dipilih karena dekat dengan kultur masyarakat Jawa.

“Harapannya, penyuluhan melalui media wayang ini menjadi media komunikasi kultural yang mudah diterima masyarakat Jawa.

Wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga media edukasi interaktif untuk menyampaikan program pemerintah, khususnya pendidikan berkualitas secara gratis bagi keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Kelurahan Budaya Dinas Sosial DIY, Supartini menegaskan Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat sangat kita butuhkan karena persoalan besar yang masih kita hadapi adalah kemiskinan. Berdasarkan data Dikpora DIY, masih terdapat lebih dari 4.000 anak yang tidak sekolah,” katanya.

Ia menambahkan program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dengan layanan pendidikan gratis berasrama.

“Anak-anak yang memiliki minat otomotif, kuliner, maupun keterampilan lainnya akan diberikan pelatihan dan sertifikasi agar siap memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat dan pemerintah kalurahan. Rohaniwan Jamilludin mengingatkan pentingnya membantu warga miskin sebagai bentuk keimanan.

“Program seperti Sekolah Rakyat ini patut kita dukung bersama untuk mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Mewakili Kalurahan Condongcatur, Carik Riska Dian Nur Lestari menyebut wayang bukan sekadar hiburan, tetapi sarana memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.

Acara pun ditutup dengan pesan penuh semangat, “Bersama Sekolah Rakyat kita bangun generasi hebat, keluarga kuat, Indonesia maju.” (ady)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru