Wamendagri Bima Arya Nilai WFH ASN di Bogor Dorong Efisiensi Anggaran

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bogor — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi pelaksanaan hari pertama kebijakan work from home (WFH) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor yang tetap berjalan disiplin melalui pengawasan berbasis teknologi. Hal ini disampaikannya usai meninjau pelaksanaan WFH di Kota Bogor, Jumat (10/4/2026).

Apresiasi tersebut terutama diberikan terhadap penggunaan aplikasi e-kinerja yang memungkinkan pengawasan kinerja ASN tetap terjaga meskipun bekerja dari rumah.

“Yang pertama adalah mekanisme pengawasan yang sangat baik karena sudah ada aplikasi e-kinerja yang sudah ada di Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, kehadiran ASN tercatat berbasis titik koordinat sesuai domisili, sehingga aktivitas kerja tetap terukur dan berdampak langsung pada penilaian kinerja. Pengawasan juga dilakukan secara berjenjang oleh atasan langsung, kepala daerah, hingga kementerian, serta membuka ruang partisipasi masyarakat.

Selain menjaga disiplin, kebijakan WFH juga dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran. Berdasarkan perhitungan sementara Pemerintah Kota Bogor, penghematan dapat mencapai sekitar Rp900 juta per bulan. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan produktivitas ASN tetap optimal.

Bima menegaskan, pelaksanaan WFH tidak mengganggu pelayanan publik karena unit layanan di tingkat kecamatan dan kelurahan tetap beroperasi secara langsung. “Kami melihat juga pelayanan publik tetap berjalan, karena di daerah, di wilayah, kecamatan [dan] kelurahan tidak WFH, semua tetap bekerja dengan baik,” terangnya.

Ke depan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan terus mendorong pemerintah daerah untuk menyesuaikan pelaksanaan WFH dengan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, sehingga fleksibilitas kerja tetap sejalan dengan peningkatan kinerja dan akuntabilitas.

Terakhir, ia menekankan bahwa fleksibilitas dalam pola kerja tidak boleh mengurangi disiplin dan produktivitas ASN. “Bagi yang WFH, taati peraturan. Bagi yang WFO, efisiensi dengan transportasi publik atau gowes,” tegasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Pentingnya Tata Kelola Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan
Kementerian Transmigrasi Gandeng 10 Kampus Ternama dalam Program Pelatihan ke Tiongkok
Teuku Riefky Harsya Sebut Ilustrasi Punya Potensi Besar Kembangkan IP Lokal
Menteri PKP Dorong Pengembang Wajib Tanam Pohon di Setiap Pembangunan Rumah
Padang Perkuat Identitas Gastronomi Minangkabau Menuju Panggung Dunia
AHY: Persoalan Banjir Harus Ditangani dari Hulu hingga Hilir
Sinkronisasi Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah Jadi Prioritas Pemerintah
Huntara Penyintas Bencana di Sumatera Dipastikan Aman dan Nyaman oleh Satgas PRR

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:48 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Pentingnya Tata Kelola Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:42 WIB

Kementerian Transmigrasi Gandeng 10 Kampus Ternama dalam Program Pelatihan ke Tiongkok

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:58 WIB

Teuku Riefky Harsya Sebut Ilustrasi Punya Potensi Besar Kembangkan IP Lokal

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:35 WIB

Menteri PKP Dorong Pengembang Wajib Tanam Pohon di Setiap Pembangunan Rumah

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:21 WIB

Padang Perkuat Identitas Gastronomi Minangkabau Menuju Panggung Dunia

Berita Terbaru